Eko Faizin
Minggu, 08 Februari 2026 | 13:14 WIB
Ilustrasi - Petani Soroti Rencana Pajak Sawit Rp1.700/Batang: Harusnya Dibahas Bersama [Suara.com/Tasmalinda]
Baca 10 detik
  • POPSI menyoroti wacana penerapan pajak kelapa sawit di Riau.
  • Harusnya pemerintah daerah membuka ruang dialog bersama.
  • Beban pajak akan langsung menggerus margin usaha petani.

Penurunan itu belum memperhitungkan biaya pupuk, panen, transportasi, serta potongan pabrik.

Tekanan tersebut dinilai berpotensi semakin besar karena pabrik kelapa sawit juga akan terdampak kebijakan ini.

Darto memperkirakan, tekanan di level industri pengolahan dapat berujung pada penurunan harga beli TBS di tingkat petani.

"Pabrik pasti tertekan dan ujungnya harga beli ke petani akan turun lagi. Kerugian bisa mencapai 6 sampai 10 persen per kilogram TBS," katanya.

Pengamat industri sawit lulusan Institut Pertanian Bogor itu menilai, tanpa dialog yang memadai, kebijakan pajak per pohon berisiko mengganggu keberlanjutan sawit rakyat.

Darto mengingatkan, petani kecil selama ini menjadi tulang punggung produksi sawit nasional, namun berada pada posisi paling rentan terhadap perubahan kebijakan fiskal di daerah.

Diketahui, sejumlah daerah mulai menggodok aturan pajak Air Permukaan (PAP) pada pohon sawit sebagai sumber pendapatan baru.

Skema ini disebut mengadopsi kebijakan serupa yang telah diterapkan di beberapa wilayah lain.

POPSI berharap pemerintah daerah membuka ruang musyawarah dengan petani agar kebijakan yang dihasilkan tetap mempertimbangkan aspek keadilan, keberlanjutan usaha, serta dampak sosial ekonomi di tingkat akar rumput.

Load More