Eko Faizin
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi - Polemik Beasiswa PKH Siak Jadi Sorotan, Diminta Dikaji Serius dan Transparan [Unsplash.com/Lanelle Ladero]
Baca 10 detik
  • Beasiswa PKH yang menjadi program Pemkab Siak menjadi sorotan.
  • Hal itu bermula dari rencana penghapusan beasiswa mulai tahun 2026.
  • Penghentian beasiswa PKH 2026 ini lantas memicu tanggapan beragam.

Sebab, lanjut Boy, untuk beasiswa PKH ini, tak hanya Uang Kuliah Tunggal (UKT) saja yang ditanggung Pemkab Siak, namun seluruh biaya hidup dan transportasi juga ditanggung.

"Beri kami waktu memprosesnya, nanti kalau sudah selesai, diinformasikan kembali," tambah Boy.

Sementara Sekda Siak, Mahadar menyampaikan bahwa beasiswa PKH 2026 akan tetap ada.

"Kalau 2025 kan kita rekrut 89 orang untuk mendapatkan beasiswa PKH, namun untuk 2026 kita hanya merekrut 25 orang, itu hanya di dua unibersitas, yakni PSDKU dan Unilak," jelas Sekda, Senin (2/2/2026).

Mahadar merincikan, untuk beasiswa berprestasi, Pemkab Siak gelontorkan anggaran sebesar Rp10.077.500.000 sementara untuk anggaran beasiswa PKH dan DTSEN Rp24.886.676.000.

Dia pun merinci anggaran tersebut untuk 300 orang sebagai bantuan beasiswa DIII spesifikasi: DIII (bantuan beasiswa untuk mahasiswa umum berprestasi), 6.000 orang untuk bantuan beasiswa S-1/D-IV spesifikasi S1/D- IV (bantuan beasiswa untuk mahasiswa umum berprestasi).

Kemudian 130 orang bantuan beasiswa S2 spesifikasi S2 (bantuan beasiswa untuk mahasiswa umum berprestasi), 15 orang untuk bantuan beasiswa S3 spesifikasi S3 (bantuan beasiswa untuk mahasiswa umum berprestasi), 45 orang untuk bantuan beasiswa suku terasing dengan spesifikasi suku terasing, dan 12 orang untuk mendapatkan bantuan beasiswa untuk mahasiswa hafiz atau hafizoh berasal dari Siak.

"Di tengah sempitnya ruang fiskal hari ini, anggaran beasiswa tetap diadakan, totalnya Rp35 miliar," jelas Mahadar.

Kontributor : Alfat Handri

Load More