- Pemkab Siak menghentikan beasiswa mahasiswa PKH mulai 2026.
- Penghentian tersebut menyusul kondisi keuangan daerah yang tidak baik.
- Penghapusan beasiswa PKH mengancam kelanjutan pendidikan mahasiswa.
SuaraRiau.id - Pemkab Siak meniadakan beasiswa mahasiswa dalam Program Keluarga Harapan (PKH) mulai dari 2026. Penghapusan beasiswa PKH tersebut dikarenakan kondisi keuangan daerah yang tidak baik.
Kepala Bagaian (Kabag) Kesra Pemkab Siak, Bayhaki menyampaikan jika dalam Beasiswa PKH, semuanya ditanggung mulai dari uang kuliah hingga biaya hidup.
"Total penerima beasiswa PKH berjumlah 667 orang sejak 2022-2025. Terakhir di 2025 ada 89 anak yang mendapatkan beasiswa," katanya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, saat ini Pemkab Siak sedang fokus membayarkan beasiswa PKH yang sudah berjalan sejak tahun 2022-2025.
Pemkab Siak juga fokus terhadap beasiswa prestasi yang dapat membiayai ribuan mahasiswa dengan rata rata satu mahasiswa mendapat Rp1 juta per tahun.
"Biaya hidup saja per bulan untuk dalam Provinsi Riau Rp1,6 juta, dan luar Provinsi Riau Rp1,9 juta. Sebelum terdampak efesiensi, satu anak bisa mendapat bantuan hingga Rp3 jutaan," jelas Boy, Selasa (27/1/2026) siang.
Jumlah tersebut, sambung Bayhaki, beriring jalan terus menurun karena ada yang sudah akan menyelesaikan masa studinya.
"Setelahnya dimulai dari 2026 sudah tidak ada lagi program beasiswa PKH untuk yang baru," terangnya.
Pemkab Siak nunggak bayar UKT
Selain penghapusan beasiswa untuk mahasiswa PKH, Pemkab Siak juga menunggak pembayaran uang kuliah di 13 universitas yang berkejasama.
Di beberapa kampus, mahasiswa terancam di Drop Out (DO) lantaran belum membayar uang kuliahnya. Untuk menghindari terjadinya mahasiswa di-DO, Pemkab menyurati 13 universitas yang bekerjasama.
"Kami menunggak UKT 2025 sebesar Rp10,6 miliar lebih, dan kini masuk dalam tunda bayar," terang Bayhaki.
Lebih jauh, Bayhaki menyebut jika Pemkab Siak tidak hanya menunggak pembayaran uang UKT namun juga belum memberikan uang biaya hidup mahasiswa yang mendapatkan beasiswa PKH selama dua bulan di tahun 2025.
"Kami juga belum membayar uang biaya hidup mahasiswa yang mendapatkan beasiswa PKH di 2025 selama dua bulan, pada November dan Desember. Sementara, untuk yang bulan Januari insyaallah akan dibayarkan di awal Februari nanti," terangnya.
Atas persoalan ini, pihak Universitas Batam Tourism Polytecnic (BTP) Politeknik Pariwisata Batam sudah datang ke Siak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Pasutri di Pelalawan Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver, Paksa Setor Rp250 Ribu/Hari
-
Mensos Kunjungi Sekolah Rakyat Pekanbaru, Target Tambah Siswa di Riau
-
Pelaku Penembakan dan Penyerangan Sejumlah Pekerja di Inhu Dibekuk di Batam
-
Wanita Hamil Tewas Diduga Dibunuh Suami, Polisi Temukan Sejumlah Senjata Tajam
-
Viral Emak-emak Pekanbaru Bongkar Diduga Lokasi Judi, Polisi Didesak Turun Tangan