Eko Faizin
Selasa, 27 Januari 2026 | 16:59 WIB
Ilustrasi - Rencana Pembangunan Jembatan Melaka-Dumai Jadi Perbincangan [Foto: Beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Melaka dan Pemprov Riau menggagas pembangunan jembatan Melaka-Dumai.
  • Meski begitu, belum ada pembahasan resmi antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia.
  • Di sisi lain, rencana pembangunan ini menjadi perbincangan warga Malaysia dan Indonesia.

SuaraRiau.id - Rencana proyek pembangunan jembatan Melaka-Dumai menjadi perbincangan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia.

Jembatan tersebut, jika terwujud, diyakini akan secara signifikan menambah konektivitas perdagangan dua negara, khususnya Melaka-Dumai, dan sebaliknya.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit S. Widiyanto menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan bilateral resmi antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia terkait rencana pembangunan jembatan Melaka-Dumai.

Konsul Sigit dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur menyampaikan bahwa inisiatif yang bergulir saat ini dipahami murni sebagai penjajakan di tingkat daerah, yakni antara Pemerintah Negeri Melaka dan Pemprov Riau.

"Sinyal positif dari Melaka sangat penting untuk membangkitkan kembali antusiasme dan optimisme seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat Indonesia telah siap dengan infrastrukturnya dan pembahasan jalur ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade," ujar Konjen Sigit dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).

Di sisi lain, sebelumnya, Sigit juga telah diterima dan bertemu Setiausaha Bahagian UPEN Melaka Datuk Shamsul Ambia bin Abdul Aziz.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Melaka menyatakan komitmen kuat untuk segera merealisasikan pembangunan pelabuhan yang akan melayani kapal feri roll-on/roll-off (RoRo) rute Melaka-Dumai.

Dalam kesempatan itu, pihak Melaka bersama instansi terkait memastikan kelanjutan proyek konektivitas kedua wilayah di Selat Malaka ini.

Secara spesifik, Pelabuhan Tanjung Bruas menyatakan kesiapannya melakukan finalisasi rencana pembangunan fasilitas RoRo Dumai-Melaka dalam waktu dekat.

Selain itu, Pemerintah Negeri Melaka menginformasikan rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) guna membahas hasil studi pra-kelayakan (Pre-Feasibility Study) yang telah rampung dilakukan oleh Universiti Teknikal Melaka (UTeM).

Menanggapi hal tersebut, Konjen Sigit S. Widiyanto mengapresiasi komitmen Pemerintah Negeri Melaka, namun menekankan pentingnya langkah konkret.

Ia berharap Melaka segera menunjukkan "sinyal positif", salah satunya melalui pelaksanaan groundbreaking atau peresmian dimulainya pembangunan pelabuhan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain PLAN Malaysia Melaka, Kumpulan Melaka Berhad, Lembaga Pelabuhan Melaka, Melaka Corporation, Pelabuhan Tanjung Bruas, UTeM, serta Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru dan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur. (Antara)

Load More