- Pemerintah Melaka dan Pemprov Riau menggagas pembangunan jembatan Melaka-Dumai.
- Meski begitu, belum ada pembahasan resmi antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia.
- Di sisi lain, rencana pembangunan ini menjadi perbincangan warga Malaysia dan Indonesia.
SuaraRiau.id - Rencana proyek pembangunan jembatan Melaka-Dumai menjadi perbincangan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia.
Jembatan tersebut, jika terwujud, diyakini akan secara signifikan menambah konektivitas perdagangan dua negara, khususnya Melaka-Dumai, dan sebaliknya.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit S. Widiyanto menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan bilateral resmi antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia terkait rencana pembangunan jembatan Melaka-Dumai.
Konsul Sigit dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur menyampaikan bahwa inisiatif yang bergulir saat ini dipahami murni sebagai penjajakan di tingkat daerah, yakni antara Pemerintah Negeri Melaka dan Pemprov Riau.
"Sinyal positif dari Melaka sangat penting untuk membangkitkan kembali antusiasme dan optimisme seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat Indonesia telah siap dengan infrastrukturnya dan pembahasan jalur ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade," ujar Konjen Sigit dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Di sisi lain, sebelumnya, Sigit juga telah diterima dan bertemu Setiausaha Bahagian UPEN Melaka Datuk Shamsul Ambia bin Abdul Aziz.
Dalam pertemuan itu, pemerintah Melaka menyatakan komitmen kuat untuk segera merealisasikan pembangunan pelabuhan yang akan melayani kapal feri roll-on/roll-off (RoRo) rute Melaka-Dumai.
Dalam kesempatan itu, pihak Melaka bersama instansi terkait memastikan kelanjutan proyek konektivitas kedua wilayah di Selat Malaka ini.
Secara spesifik, Pelabuhan Tanjung Bruas menyatakan kesiapannya melakukan finalisasi rencana pembangunan fasilitas RoRo Dumai-Melaka dalam waktu dekat.
Selain itu, Pemerintah Negeri Melaka menginformasikan rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) guna membahas hasil studi pra-kelayakan (Pre-Feasibility Study) yang telah rampung dilakukan oleh Universiti Teknikal Melaka (UTeM).
Menanggapi hal tersebut, Konjen Sigit S. Widiyanto mengapresiasi komitmen Pemerintah Negeri Melaka, namun menekankan pentingnya langkah konkret.
Ia berharap Melaka segera menunjukkan "sinyal positif", salah satunya melalui pelaksanaan groundbreaking atau peresmian dimulainya pembangunan pelabuhan.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain PLAN Malaysia Melaka, Kumpulan Melaka Berhad, Lembaga Pelabuhan Melaka, Melaka Corporation, Pelabuhan Tanjung Bruas, UTeM, serta Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru dan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Pascabencana, Relawan BRI Peduli Terjun Langsung Bersih-bersih Sekolah di Aceh Tamiang
-
Guru Besar UIR Nilai Sikap Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian Sejalan Prinsip Konstitusi
-
Rencana Pembangunan Jembatan Melaka-Dumai Jadi Perbincangan
-
Komisi XII DPR Apresiasi Inovasi Teknologi PHR Menjaga Ketahanan Energi Nasional
-
4 Model Honda Jazz Bekas 50 Jutaan, Cocok buat Mobil Harian Anak Muda