- Perbaikan jalan rusak menjadi salah satu prioritas Pemprov Riau.
- Langkah ini diklaim sebagai upaya menindaklanjuti keluhan masyarakat.
- Untuk awal akan dilakukan penutupan lubang jalan yang membahayakan.
SuaraRiau.id - Penanganan jalan rusak kini menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Riau guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Hal itu untuk menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur pada sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kota Pekanbaru.
“Plt Gubernur Riau (SF Hariyanto) sudah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. Terutama dengan menggerakkan seluruh UPT agar segera menyelesaikan perbaikan lubang jalan terlebih dahulu sebagai tindakan cepat di lapangan,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, Jumat (16/1/2026).
Zulfahmi menyatakan untuk langkah awal adalah fokus pada penutupan lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengendara.
Sebagai bukti nyata di lapangan, UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I baru saja menuntaskan pemeliharaan rutin pada Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru.
Petugas melakukan pekerjaan patching atau penambalan lubang sesuai dengan arahan pimpinan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di salah satu urat nadi transportasi kota tersebut.
Terkait ruas jalan lainnya, Zulfahmi tidak menampik adanya tantangan besar berupa keterbatasan anggaran pada Dinas PUPR-PKPP Riau.
Hal ini disebabkan karena alokasi perbaikan jalan harus dibagi secara adil untuk 12 kabupaten/kota di seluruh Riau, apalagi jalan provinsi memiliki spesifikasi material yang lebih tinggi dan biaya yang lebih besar.
Dia mengingatkan bahwa pada 2024 lalu, Pemprov Riau telah memberikan kontribusi besar dengan mengambil alih perbaikan 16 ruas jalan yang sebelumnya merupakan kewenangan Pemko Pekanbaru.
Kebijakan ini diambil untuk membantu pemerintah kota menangani kerusakan jalan yang sempat mengalami kondisi cukup parah di berbagai titik strategis.
Rincian 16 ruas jalan yang telah dialihkan dan diperbaiki tersebut meliputi Jalan Datuk Setia Maharaja, Pesantren, Sisingamangaraja, Sultan Syarif Kasim, Ahmad Dahlan, Diponegoro, Pattimura, Cut Nyak Dien, Ahmad Yani, M. Yamin, Juanda, Adi Sucipto, Kertama, Teropong, Cipta Karya, hingga Jalan Imam Bonjol. Pengalihan ini terbukti efektif mengurangi beban kerusakan jalan di ibu kota provinsi.
Selain ke-16 ruas tersebut, Pemprov Riau juga menyasar 8 ruas jalan tambahan di Pekanbaru tanpa mengubah status kewenangannya.
Pemprov Riau berkomitmen untuk terus melanjutkan sinergi ini meski di tengah keterbatasan anggaran, demi mewujudkan infrastruktur transportasi yang lebih baik di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru
-
Exclusive Healthcare Services Prodia, Keuntungan Khusus Nasabah BRI
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free
-
Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing
-
Kronologi 2 Anggota DPRD Pekanbaru Berantem di Bandara Soetta, Kok Bisa?