- Keterbatasan kapasitas fiskal daerah disebut menjadi tantangan utama Riau.
- Meski begitu, secara makro pertumbuhan ekonomi Riau menunjukkan tren positif.
- Pemprov telah mengarahkan alat transformasi ekonomi ke beberapa poros utama.
SuaraRiau.id - Tantangan utama Riau memasuki tahun 2026 disebut bukan terletak pada potensi ekonomi, melainkan pada keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Hal itu disampaikan Sekda Riau Syahrial Abdi dalam acara Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau, Senin (19/1/2026).
"Tantangan terbesar (Riau) ke depan bukan pada potensi ekonomi, melainkan pada kapasitas fiskal daerah," ujarnya.
Meski demikian, kata Syahrial, secara makro pertumbuhan ekonomi Riau menunjukkan tren positif. Pada 2025 pendapatan daerah terealisasi hanya sebesar Rp8,219 triliun atau 86,7 persen dari target.
Sementara, belanja daerah mencapai Rp7,928 triliun, sedangkan belanja modal hanya terealisasi sebesar 50 persen.
Sementara itu, nilai PDRB Riau atas dasar harga berlaku mencapai Rp307,01 triliun. Hal ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 nasional dan terbesar ke-2 diluar Pulau Jawa, dengan kontribusi 5,14 persen terhadap perekonomian nasional.
"Itulah mengapa dikatakan tantangan terbesar kita bukan pada sektor ekonomi, melainkan fiskal daerah. Tekanan fiskal ini bahkan memaksa pemerintah daerah mengambil kebijakan belanja yang mungkin tidak mudah," ungkap Syahrial.
Sementara pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Riau mencapai 4,98 persen. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024.
Sekda menilai, bahwa ruang fiskal daerah menyempit, sementara tuntutan pelayanan publik dan infrastruktur justru semakin besar.
Adapun solusi yang menurutnya tepat dalam menyelesaikan masalah itu yakni mengoptimalkan pendapatan asli daerah atau berhemat secara signifikan.
"Karena itu, Pemprov Riau bergerak dengan cara yang tegas melalui RPJMD Riau 2025-2029," tegas Syahrial.
Dia menyampaikan, Pemprov Riau telah mengarahkan alat transformasi ekonomi pada beberapa poros utama, yakni peningkatan kualitas manusia dan produktifitas tenaga kerja.
Selanjutnya transformasi struktur ekonomi, yang mana Riau tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah, seperti hilirisasi sawit, insdustri pengolahan, UMKM, dan menurutnya ekonomi kreatif terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan