- Polda Riau menurunkan 1.160 personel gabungan pada Operasi Lilin.
- Tim gabungan ditempatkan di sentra peribadatan hingga jalur strategis.
- Polda Riau bersama jajaran menyiapkan ribuan pos pengamanan.
SuaraRiau.id - Polda Riau menyiagakan 1.160 personel gabungan dalam Operasi Lilin 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Tim gabungan akan ditempatkan di sejumlah sentra peribadatan, pusat keramaian, serta jalur-jalur strategis mobilitas masyarakat dalam pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
"Momentum Natal dan Tahun Baru selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, dan berlibur. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan kita semua, khususnya aparat sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat," kata Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Sabtu (20/12/2025)
Petugas gabungan melibatkan unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencananya Daerah, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pencarian dan Pertolongan, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan dan Kesehatan Riau.
Kapolda mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada momentum Nataru 2025 diperkirakan mencapai 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain berdasarkan informasi BMKG terdapat sejumlah sistem cuaca di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Musim hujan juga diperkirakan berlangsung sejak November 2025 hingga Februari 2026.
"Kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana alam. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya ekstra, baik langkah preventif maupun respons cepat, bahkan harus lebih maksimal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tegasnya.
Untuk mendukung pengamanan Nataru, Polda Riau bersama jajaran dan instansi terkait menyiapkan ribuan pos pengamanan dan pelayanan. Secara nasional, Operasi Lilin 2025 akan didukung 2.930 pos, terdiri dari 1.087 pos pengamanan, 763 pos pelayanan, dan 33 pos terpadu.
"Keberadaan pos-pos ini harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, baik yang melaksanakan ibadah maupun yang melakukan perjalanan," terang Herry. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Melihat Lebih Dekat Teknologi Pembakaran Sampah Jadi Listrik di Tiongkok
-
Belajar Bisnis Media di Chongqing, Bantu Branding Daerah lewat Influencer
-
Membuka Jalan untuk Difabel, PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi Menuju Kemandirian
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing