- Polda Riau mengerahkan 390 personel gabungan Brimob dan Samapta untuk membantu evakuasi korban banjir di Kabupaten Agam, Sumbar.
- Bantuan Polda Riau mencakup personel, dua ekskavator, kebutuhan pokok, dapur umum, dan dua anjing pelacak K9.
- Pengerahan bantuan ini menindaklanjuti perintah pimpinan untuk mendukung tiga provinsi terdampak bencana alam yang terjadi baru-baru ini.
SuaraRiau.id - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengerahkan 390 personel untuk membantu dalam evakuasi korban banjir bandang yang masih hilang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan di Lubuk Basung, mengatakan 390 personel itu berasal dari Brimob dan Samapta yang memiliki kemampuan khusus rescue, SAR, dan lainnya.
"Kami sudah membackup 390 personil untuk penanganan bencana di Sumbar semenjak dua hari lalu," katanya, Minggu (30/11).
Ia mengatakan Polda Riau sebelumnya mendapatkan perintah dari pimpinan untuk membackup tiga provinsi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Namun karena Sumbar cukup dekat dan butuh penanganan cepat, maka langsung turun ke lokasi bencana.
Dukungan yang dilakukan tidak saja dari personel, lanjut dia, juga peralatan berupa dua ekskavator.
Selain itu bantuan bahan kebutuhan pokok bagi korban, kemudian mendirikan dapur umum, bantuan untuk kesehatan untuk korban banjir, dan DVI dalam identifikasi korban.
"Ini luka kita bersama, kita hadir di sini bersama-sama untuk menguatkan saudara kita yang terkena bencana," kata Herry Heryawan.
Polda Riau juga menurunkan dua anjing pelacak (K9) untuk membantu pencarian korban.
K9 tersebut diturunkan untuk mencari korban yang saat ini belum ditemukan di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
Baca Juga: Operasi Zebra Riau 2025 Dimulai, Berikut Pelanggaran yang Jadi Sasaran Polisi
"Kami menurunkan dua K9 dan dari Mabes Polri bakal turun K9 empat ekor," katanya.
Ia mengakui tidak ada kendala dalam penanganan evakuasi di Salerah Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Evakuasi korban hilang dilakukan bersama TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan lainnya.
Data dari BPBD Agam, sebanyak 85 korban dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya, Malalak, Matur dan lainnya, sudah ditemukan. Sedangkan 78 korban belum ditemukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Pulang dari Malaysia, Eks PMI Asal Indramayu Sukses Bangun UMKM Berkat Dukungan BRI
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD
-
Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan