- Mobil bekas di bawah 50 juta adalah tentang unit untuk belajar.
- Pesan untuk pemula: lakukan inspeksi total, sebelum membeli.
- Ajak teman atau mekanik terpercaya untuk memeriksa menyeluruh.
SuaraRiau.id - Membeli mobil pertama seringkali jadi momen yang mendebarkan sekaligus membingungkan, terutama bagi pengemudi pemula.
Di satu sisi, ada kebutuhan mobilitas yang tinggi. Di sisi lain, budget yang terbatas dan kekhawatiran mendapatkan mobil rewel menjadi masalah yang menakutkan.
Namun, jangan khawatir! Dengan dana di bawah Rp50 juta, kamu sudah bisa mendapatkan mobil yang sangat ideal yakni sebuah city car bekas.
Mobil-mobil bekas ini adalah pilihan paling cerdas untuk pemula. Bodinya yang mungil membuatnya super lincah untuk menembus kemacetan dan jagoan saat parkir.
Mesinnya yang kecil menjamin konsumsi BBM yang irit, dan yang terpenting, reputasinya sebagai mobil bandel membuat perawatannya tidak akan bikin kantong jebol.
Berikut 4 rekomendasi mobil bekas jenis city car murah yang terbaik untuk pemula menjajal jalanan.
1. Hyundai Getz 2004
Hyundai Getz cukup teruji sebagai city car yang mampu menjawab kebutuhan berkendara di perkotaan. Ada pendapat, kabin mobil ini cukup lega jauh melebihi penampakannya.
Selain desain eksterior yang cukup menarik, mobil ini punya kapasitas mesin yang lebih besar yakni 1.3 Liter atau sudah mendekati kelas hatchback.
Dibanding mobil di kelasnya, performa Hyundai Getz jadi jauh lebih unggul. Namun, faktor harga jual yang dibuat kompetitif, mengorbankan kualitas material interior, fitur keselamatan dan multimedia.
2. Suzuki Karimun 2005
Suzuki Karimun menjadi salah satu city car jadul. Namun masih paling populer saat ini berkat kelebihan-kelebihannya.
Antara lain kabinnya yang lapang, stabil pada kecepatan tinggi, relatif irit BBM, spare part bisa disubstitusi dari mobil lain, serta bantingan yang lumayan empuk.
Dengan mesin F10A 1.0 Liter 4 silinder 8 katup SOHC, bertenaga 54 HP, torsi 100 Nm, performa Karimun memang bukan yang terunggul di kelasnya.
Meski mudah perawatan, mesinnya masih tersendat oleh hentakan kompresor AC. Teknologinya juga lumayan tertinggal, karena masih pakai karburator.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan
-
Harga Daging Ayam Melonjak Drastis, Pemkot Pekanbaru: Masih di Bawah HAP
-
Kabut Asap, Dinas Kesehatan Riau Siapkan 18 Ribu Masker untuk Pelalawan