- PKB turut menanggapi kadernya, Gubernur Riau yang terkena OTT.
- Ketua Harian PKB menyatakan bakal menghormati proses hukum.
- PKB menyampaikan pemberantasan korupsi harus ditegakkan.
SuaraRiau.id - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid sekaligus kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Senin (4/11/2025).
Menanggapi itu, Ketua Harian PKB Ais Syafiyah Asfar menegaskan jika pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
"Sebagai anggota DPP PKB, tentu kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Ais menyampaikan, prinsip partai yang diketuai Muhaimin Iskandar atau Cak Imin jelas, yaitu pemberantasan korupsi harus ditegakkan tanpa pandang bulu dan dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Ia berharap agar peristiwa ini dapat menjadi refleksi penting bagi seluruh pejabat publik dalam memperkuat integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah rakyat.
Ais juga menyatakan bahwa kepercayaannya terhadap profesionalisme dan transparansi kerja KPK.
"Saya percaya KPK bekerja secara profesional dan transparan, sekaligus berharap supaya semua pejabat publik dapat menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi penting dalam memperkuat integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah rakyat," kata dia.
Lebih lanjut, Ais menegaskan komitmen PKB untuk terus konsisten dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Wahid tiba di Gedung KPK
Berdasarkan informasi yang diterima Suara.com, Abdul Wahid dan rombongan tiba di Jakarta, sekitar pukul 08.25 WIB setelah terbang dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dengan maskapai Citilink, Selasa (4/11/2025).
Dalam foto yang beredar, Gubri Wahid nampak santai memakai kaos putih dan celana berwarna gelap dengan pengawalan ketat aparat dan pihak KPK.
Orang nomor satu di Riau itu terlihat juga mengenakan masker ketika sampai di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.
Sebelumnya, Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan seluruh orang yang ditangkap, termasuk Abdul Wahid akan segera dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Selasa (4/11/2025) untuk menjalani pemeriksaan intensif.
"Rencananya, tim akan membawa mereka ke Gedung Merah Putih KPK besok (hari ini)," terang Budi, Senin (3/11/2025) malam.
Budi menjelaskan bahwa OTT KPK tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi proyek di lingkungan pemerintah daerah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan
-
Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
-
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus
-
Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH