SuaraRiau.id - Bangunan peninggalan bersejarah, Death Railway atau Jalur Kereta Api Maut di Pekanbaru menjadi perhatian khusus warga negara Belanja bernama Frances Wijsman.
Bule Belanda ini ternyata merupakan cucu dari seorang tawanan perang pada masa Perang Dunia II tahun 1943 hingga 1945.
Sang kakek rupanya pernah ditawan dan dipaksa bekerja pada proyek kereta api tersebut.
Pada zaman itu, ribuan nyawa melayang akibat kondisi kerja yang brutal dan tidak manusiawi, sehingga proyek ini kemudian disebut sebagai "Jalur Maut".
Frances menyebut, jika kehadirannya di Pekanbaru merupakan bentuk penghormatan terhadap kakeknya yang pernah ditawan dan dipaksa bekerja pada proyek kereta api saat itu.
"Saya ingin menghormati keinginan kakek saya. Dia pernah menjadi tawanan perang di Perang Kedua di Pekanbaru. Dan kami sangat tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang situasi di sini," ungkap kepada Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (1/9/2025).
Frances kemudian bercerita mengenai sosok kakeknya didampingi ibunya. Kakeknya adalah Josephus Paulus van Driessche.
"Dan dia (kakek) dilahirkan pada tahun 1907 di Magadam, Onyaga. Dan tentu saja dia tinggal di Jakarta untuk bekerja. Dan ketika Perang Kedua, dia ditangkap," ujarnya.
Frances menjelaskan bahwa kakeknya ditangkap sebagai orang perang dan dipekerjakan di Pekanbaru untuk bekerja di jalan raya.
Meski informasi tentang masa lalu keluarganya cukup terbatas, Frances berusaha mencari tahu melalui buku dan dokumen.
“Itu agak sulit untuk mendapatkan maklumat tentang kakek saya atau ayahnya. Karena mereka tidak bisa berbicara tentang semua hal yang mereka alami saat bekerja di proyek kereta api. Jadi ketika saya masih kecil, saya akan membaca buku dari ibuku. Tapi juga melihat dokumen,” katanya.
Kunjungan ke lokasi bekas jalur kereta api itu, menurut Frances, menjadi pengalaman yang sangat berkesan.
“Ya, ini sangat istimewa untuk berada di sini. Tentu saja, tidak banyak orang yang datang ke sini. Seperti kita baca sedikit di buku atau dokumen. Tetapi berada di sini, apa yang mengejutkan saya paling banyak adalah bahwa masih banyak yang perlu ditemukan,” tegas Frances.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Rugikan Rp64 Miliar, 9 Tersangka Dugaan Korupsi Dana PI Tak Langsung Ditahan
-
Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby
-
Momen Band Inggris, FUR Pose di Gerbang Emas Pekanbaru, Netizen: FUR-wodadi
-
Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby