"Pastikan harapan itu tumbuh dari nurani kita untuk melindungi alam, terutama buat anak-anak muda," ujar RG.
Dia lantas menyinggung jika bertanya soal lingkungan melalui ChatGPT, maka perspektif artificial intelligence (AI) tetap sama yakni bagaimana menjaganya.
"Anda boleh tanya pada ChatGPT apa itu lingkungan. Anda boleh pergi pada artificial intelligence untuk mengerti bagaimana alam itu dihidupkan, dirusak, dan bagaimana menjaganya. Tetapi yang paling penting, Anda harus lakukan tindakan nyata dengan menanam pohon," ungkap dia.
Rocky bahkan mendorong siapa saja untuk mengajak orang terdekat termasuk mantan pacar ikut serta dalam gerakan lingkungan.
"Pohon ditanam, tumbuh harapan. Tetaplah menanam, walau sudah mantan," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubri Abdul Wahid memuji kegiatan ini sebagai kolaborasi yang langka dan sangat berarti karena menggabungkan sisi keagamaan, ilmu pengetahuan, dan budaya.
"Kuliah ini kuliah subuh yang jarang sekali dibarengi antara agama dan sains. Dari sisi agamanya dipaparkan oleh Ustaz Abdul Somad, dari sisi sainsnya dijelaskan oleh Pak Rocky Gerung, dan ditajamkan lagi oleh Pak Kapolda dengan menanam pohon sebagai tindakan nyata," ujar Gubri.
Menurutnya, apa yang dilakukan adalah bentuk nyata dari integrasi antara otak dan hati. Dia pun menekankan bahwa menanam pohon bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga pelestarian budaya.
"Harus ada syair, harus ada pantun, harus ada puisi. Ini kan budaya. Jadi melestarikan alam artinya juga melestarikan budaya," sebut Wahid.
Baca Juga: Heboh Kabar Stadion Utama Riau Dijual, Akhirnya Diklarifikasi
Diketahui usai kajian subuh tersebut, UAS, Rocky Gerung, Kapolda Herry Heryawan, dan Gubernur Abdul Wahid kemudian menanam pohon bersama di lingkungan Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Pekanbaru.
Tag
Berita Terkait
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
-
Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Hadir Makin Meriah, BRImo Siapkan Beragam Keseruan
-
Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir
-
PPPK Paruh Waktu dan Honorer Pemprov Riau Terlindungi Jaminan Sosial
-
Gepeng di Pekanbaru Banyak Pendatang, Dinsos: Bukan Cari Nafkah Tapi untuk Kaya
-
Harta Kekayaan Misharti, Wabup Kampar Disorot usai Viral Tegur Guru Honorer