Eko Faizin
Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB
Penemuan bangkai paus di hutan bakau perairan Sungai Bahale Indragiri Hilir pada Rabu (23/9/2026) malam. [Ist]
Baca 10 detik
  • Seekor paus mati berbobot 4 ton ditemukan warga tersangkut di hutan mangrove Sungai Bahale pada Rabu malam.
  • Polres Indragiri Hilir menunda identifikasi malam itu karena terkendala medan gelap serta ancaman predator buas.
  • Aparat kepolisian berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengimbau warga agar tidak mendekati bangkai tersebut.

SuaraRiau.id - Penemuan paus mati di Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggegerkan warga setempat pada Rabu (23/9/2026) malam.

Bangkai mamalia laut tersebut ditemukan tersangkut di antara pepohonan bakau di kawasan perairan Sungai Bahale.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto membenarkan adanya laporan temuan fenomena langka ini dari warga setempat sekitar pukul 22.40 WIB.

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, tubuh paus tampak membujur kaku tak berdaya. Sebagian besar fisiknya sudah terjebak di tengah vegetasi mangrove yang lebat.

"Proses identifikasi mendalam belum bisa langsung dilakukan pada malam penemuan karena kendala medan dan penerangan yang sangat minim," katanya, Rabu (23/9/2026).

Penemuan paus diperkirakan berbobot 4 ton itu langsung menyita perhatian warga pesisir yang tak menyangka akan melihat mamalia laut berukuran fantastis di wilayah mereka.

Panjang tubuh mencapai 8 meter membuat sebagian tubuh bangkai terbenam di dasar lumpur pantai bakau, sementara sisanya menyembul di permukaan.

"Untuk menangani hal ini, Polres Inhil segera berkoordinasi dengan instansi teknis seperti BKSDA dan dinas kelautan setempat guna memastikan jenis spesies serta penyebab pasti kematiannya," ucap Donny.

Petugas memilih menahan diri demi keselamatan tim di lapangan. Pasalnya, lokasi ditemukannya bangkai tersebut merupakan area liar yang terisolasi dan jauh dari permukiman warga.

Selain masalah kegelapan, potensi bahaya dari satwa liar sekitar juga menjadi pertimbangan utama pihak kepolisian.

Kawasan Hutan Mangrove Sungai Bahale dikenal luas sebagai habitat alami bagi predator buas seperti buaya muara dan biawak.

Keberadaan bangkai raksasa ini dikhawatirkan dapat memicu kedatangan para pemangsa tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, aparat mengimbau keras agar masyarakat tidak mendekat, memotong, atau mengambil bagian tubuh bangkai tersebut.

Load More