Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Selasa, 01 April 2025 | 09:16 WIB
Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid. [Dok Mediacenter Riau]

SuaraRiau.id - Efisiensi anggaran membuat Pemprov Riau, Pemkab-Pemkot hingga stakeholder lain harus bekerja keras dan menjaga kekompakan.

Hal tersebut disampaikan Gubri Wahid saat kegiatan Pawai Takbiran di Jalan Gajah Mada Pekanbaru, yang dilaksanakan pada Minggu (30/5/2025).

"Kerja keras dan kekompakan harus terus kita jalin, agar persoalan di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau bisa diidentifikasi masalahnya dan kita carikan solusinya. Ini yang paling penting, karena masyarakat menunggu jawaban apa yang harus kita kerjakan dari persoalan yang ada di Riau," katanya.

Abdul Wahid juga mengucapkan syukur karena resmi menjalani kepemimpinan efektif pada 1 Maret bersamaan dengan bulan Ramadan.

Baca Juga: Defisit APBD Riau Tahun Ini Tercatat Rp132 Miliar tapi Berpotensi Jadi Rp3,5 Triliun

"Saya sebagai Gubernur Riau melatih diri agar semua masalah yang ada di Riau mampu diidentifikasi dan mencarikan solusinya, terutama masalah banjir, dan yang akan kita hadapi pada bulan Mei mendatang adalah karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Hal ini menjadi titik fokus kita ke depan untuk terus diwaspadai," terangnya.

Bagi Wahid, bulan Ramadan ini memiliki arti sangat dalam, karena merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat Allah SWT.

Namun, bukan berarti setelah Ramadan berakhir, manusia dapat bebas melakukan hal yang buruk, tetapi hendaknya dengan berpuasa satu bulan itu mampu melatih diri agar lebih baik dari sebelumnya.

"Karena bulan puasa esensinya adalah memberikan latihan, baik itu, dari sisi kebiasaan yang buruk ke arah yg baik, maupun hawa nafsu juga amarah," sebut Wahid.

Ia juga mengajak masyarakat yang hadir untuk merenungkan langkah-langkah yang telah diambil, memperbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Sanksi Berat Menanti Pejabat yang Nekat Pakai Mobil Dinas saat Lebaran

"Ayo kita terus bekerjasama dalam memperbaiki diri seperti melakukan kewajiban kita sebagai umat dengan beribadah, makmurkan masjid dan sebagainya," tandasnya.

Komitmen jaga pelayanan publik

Dalam momen tersebut Gubri Abdul Wahid juga menyinggung pelayanan publik di tengah efisiensi anggaran.

Menurutnya, meskipun pemerintah menerapkan efisiensi anggaran, pelayanan publik akan tetap berjalan dengan baik.

Wahid menyatakan jika kebijakan penghematan ini tidak akan berdampak pada kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Efisiensi anggaran saat ini hanya berpengaruh pada belanja operasional dan peningkatan infrastruktur. namun, dia menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan secara optimal.

"Di tengah efisiensi (kesulitan) yang dihadapi, kami berkomitmen bahwa pelayanan terhadap publik akan tidak terhenti, termasuk kami telah membayarkan gaji ke-14, THR, dan membayarkan lebih dulu gaji THL. Karena, kami tahu dan ingin berbagi kebahagiaan kepada semua masyarakat Riau," ungkapnya.

Wahid menyampaikan jika langkah ini juga sebagai upaya dari Pemprov Riau untuk mendorong perekonomian daerah agar dapat tumbuh dengan baik.

"Karena, konsumsi kita harus didorong, salah satu faktor stimulusnya adalah tentu dari tenaga PNS, pegawai honorer yang ada di lingkup Pemprov Riau maupun Kota Pekanbaru serta Kabupaten/Kota lainnya," jelasnya.

Selain itu, Wahid menuturkan jika tren konsumsi sembako masyarakat memang cenderung meningkat saat memasuki Ramadan hingga menjelang dan sesudah Lebaran.

"Kalau daya beli kita bertahan dan harganya juga masih stabil. Insyaallah, walaupun ekonomi saat ini agak berat, tidak akan terpengaruh ke kita," ujarnya.

Meski begitu, Pemprov Riau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk menekan harga sembako ini terus stabil hingga akhir tahun 2025 mendatang.

Gubri Wahid pun mengaku akan memantau ke daerah-daerah mencegah agar harga bahan sembako di daerah tidak mengalami kenaikan.

Load More