SuaraRiau.id - Viralnya video bernarasi perselingkuhan dua ASN Kantor Imigrasi Pekanbaru yang ketahuan pasangannya masing-masing berbuntut panjang.
Salah satu ASN perempuan berinisial RA dilaporkan ke Polresta Pekanbaru atas dugaan penganiayaan terhadap KO, istri dari AN.
"Korban atas nama KO melapor ke Polresta Pekanbaru terkait penganiayaan sesuai dengan Pasal 351 KUHP. Korban ditabrak mobil yang dikemudikan oleh RA. Laporannya sudah diterima dan masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto dikutip dari Antara.
Sementara itu, Kantor Imigrasi Pekanbaru mengonfirmasi bahwa kedua ASN yang viral itu adalah pegawai mereka.
Pengakuan tersebut disampaikan Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Pekanbaru Reza Pahlevi yang menyatakan jika keduanya bertugas di bagian pelayanan.
"Memang benar, dua orang yang viral itu adalah pegawai kami. Mereka bertugas di bagian pelayanan," ujarnya.
Reza mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan dan akan melakukan pemeriksaan internal.
"Kami telah melaporkan kejadian ini kepada pimpinan dan akan membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui kronologi kejadian," ujarnya.
Saat ini, kedua ASN tersebut diketahui belum masuk kantor. Pihak Imigrasi Pekanbaru berencana memanggil mereka untuk klarifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Berlanjut, Muflihun Kembali Diperiksa Polda Riau
"Laporan dari keluarga yang bersangkutan sudah kami terima dan akan kami tindak lanjuti sesuai hasil pemeriksaan tim internal," tegas Reza.
Diketahui sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan beberapa orang menghentikan mobil di Jalan Soebrantas Pekanbaru.
Dinarasikan, jika dalam mobil merupakan pasangan selingkuh yang baru saja pulang dari luar kota. Istri dan suami sah masing-masing mencegat pria dan wanita yang diketahui merupakan ASN di Kantor Imigrasi Pekanbaru. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Periksa 3 Saksi Baru dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Rp145,5 Miliar
-
Detik-Detik 3 ASN Ditembak, Rombongan Lebih Dulu Dicegat Pria Bawa Parang
-
Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan
-
Marinus Gea: WNA Enak Cari Makan di RI, WNI Malah Disiksa di Luar Negeri
-
Eks Kasat Reskrim Jakpus Dilaporkan soal Dugaan Pemalsuan Identitas dan Perselingkuhan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang
-
Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar
-
Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei
-
Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka
-
3.028 Warga Pekanbaru Terjangkit ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla