Eko Faizin
Minggu, 07 Juli 2024 | 11:55 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Bengkalis. [Ist/Dok Riauonline]

SuaraRiau.id - Setidaknya 18.400 kilogram garam disemai ke langit Riau untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 14 Juni-3 Juli 2024.

"Hasil OMC selama 20 hari itu menggunakan satu unit pesawat Casa 212-400 A-2116, dioperasikan oleh kru penerbang Skadron 4 TNI AU, digunakan dalam 23 sorti penerbangan penyemaian awan," kata Koordinator Laboratorium Pengelolaan Tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Budi Harsoyo, Jumat (5/7/2024).

Budi mengungkapkan jika operasi OMC ini mampu meningkatkan tinggi muka air tanah gambut di Riau. Berdasarkan evaluasi hasil OMC, kata dia, terjadi kenaikan tinggi muka air tanah di area gambut.

Dia menyampaikan, kenaikan tinggi muka air tanah gambut pada beberapa stasiun observasi di Riau menunjukkan kisaran kenaikan 4 sampai 28 sentimeter.

"Kondisi ini mengindikasi bahwa hujan akibat intervensi OMC mampu berkontribusi terhadap pembasahan lahan gambut supaya tidak mudah terbakar, terutama memasuki puncak musim kering di Riau," terangnya.

Sementara Kepala Bidang BPBD Riau Jim Gafur menjelaskan upaya pencegahan karhutla terus dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Selain melalui OMC, pihaknya juga selalu menyiapkan beberapa helikopter water bombing untuk melakukan patroli udara maupun pemadaman langsung di lokasi fire spot (titik api) jika ada kebakaran hutan dan lahan di Riau. (Antara)

Load More