SuaraRiau.id - Sejumlah spanduk dan baliho sosok yang bakal bertarung di Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Riau 2024 mulai bermunculan. Tak hanya tokoh politik, pejabat publik juga ditengarai ikut memajang foto pada papan reklame di jalanan Pekanbaru.
Salah satunya sosok SF Hariyanto yang saat ini menjabat Pj Gubernur Riau. Baliho bergambar dirinya disinyalir sarat mengandung pesan politik.
Baliho bergambar SF Hariyanto mengenakan kemeja berwarna putih sedang melambaikan tangan. Terdapat juga kalimat, "Bersama Membangun Riau, bekerja keras, bekerja cepat dan bertindak tepat serta sudah teruji".
Namun yang tak kalah menjadi sorotan adalah terdapat logo Pemprov Riau seakan-akan baliho tersebut merupakan program anggaran dari Pemprov Riau.
Kadiskominfo Pemprov Riau, Ikhwan Ridwan, membantah bahwa baliho-baliho itu merupakan program Pemprov Riau dan menyatakan tidak ada APBD Riau yang terpakai untuk pembuatan baliho SF Hariyanto itu.
"Tidak ada pakai uang APBD. Itu juga bukan program dari Pemprov Riau," katanya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (11/6/2024).
Akan tetapi muncul pertanyaan, mengapa logo Pemprov Riau ada di baliho yang diduga dibuat secara pribadi oleh SF Hariyanto.
Diketahui, SF Hariyanto menunjukkan gelagat bahwa akan bertarung dalam panggung Pemilihan Gubernur atau Pilgub Riau untuk periode 2024-2029.
Pengamat Politik Universitas Islam Riau (UIR), Panca Setya Prihatin mengatakan, kemunculan SF Hariyanto bakal menjadi dinamika baru bagi dunia politik. Hal ini membuat sulit untuk memastikan peta politik di Pilkada 2024.
Baca Juga: Baliho SF Hariyanto Bermunculan, Bakal Maju di Pilgub Riau?
"Jika SF Hariyanto maju Pilgubri, maka akan ada dinamika baru. Bisa jadi yang digadang-gadang akan hilang, dan yang bergerak dalam senyap akhirnya muncul," terang Panca.
Berita Terkait
-
Usut Temuan Uang di Rumah Plt Gubernur Riau, KPK Dalami Kaitan dengan Kasus Abdul Wahid
-
Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati
-
Kaget Pas Lagi Jalan? Drama Baliho "Aku Harus Mati" yang Berujung Turun Panggung
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak