Eko Faizin
Kamis, 06 Juni 2024 | 07:39 WIB
Ilustrasi Gempa Nias. [unsplash]

SuaraRiau.id - Nias Selatan, Sumatera Utara diguncang gempa magnitudo 5,7 pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 18.16 WIB. Gempa terletak di laut dengan koordinat 0.42 LU dan 98.50 BT yakni 78 kilometer arah Tenggara Nias Selatan, pada ke dalaman 57 kilometer.

BMKG menyatakan gempa bumi yang sudah dua kali terjadi Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada Rabu-Kamis (5-6/6/2024) dini hari tak berpotensi tsunami.

"Gempa tektonik ini gempa bumi dangkal atau intraplate eq. Tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dikutip dari Antara, Kamis (6/6/2024).

Dia mengungkapkan jika rangkaian gempa bumi itu terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Eurasia dan menunjukkan gerakan oblique-normal fault atau mendatar turun.

Berdasarkan laporan sistem peringatan dini BMKG diinformasikan telah terjadi dua kali guncangan gempa di Nias Selatan. Gempa pertama berkekuatan 5,7 magnitudo yang sumber di laut kedalaman 47 kilometer dengan jarak 84 kilometer arah tenggara Nias Selatan, Rabu (5/6) pukul 18.16 WIB.

Gempa kedua atau gempa susulan yang terdeteksi pada kedalaman 19 kilometer dan berjarak 195 kilometer arah barat daya Nias Selatan dengan berkekuatan 4,5 magnitudo, Kamis dini hari pukul 01.01 WIB.

Getaran gempa tersebut dirasakan di Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Tapanuli Utara yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).

Bahkan BMKG mendeteksi getaran gempa juga dirasakan hingga Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Padang Sidempuan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan truk berlalu) dan Padang Panjang yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).

Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan belum menerima laporan dampak kerusakan namun, BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pusat getaran gempa bumi tetap tenang seraya meningkatkan kewaspadaan. (Antara)

Baca Juga: Waspada Potensi Banjir Lahar Dingin Susulan Lebih Besar di Sumbar

Load More