SuaraRiau.id - Nias Selatan, Sumatera Utara diguncang gempa magnitudo 5,7 pada Rabu (5/6/2024) sekitar pukul 18.16 WIB. Gempa terletak di laut dengan koordinat 0.42 LU dan 98.50 BT yakni 78 kilometer arah Tenggara Nias Selatan, pada ke dalaman 57 kilometer.
BMKG menyatakan gempa bumi yang sudah dua kali terjadi Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara pada Rabu-Kamis (5-6/6/2024) dini hari tak berpotensi tsunami.
"Gempa tektonik ini gempa bumi dangkal atau intraplate eq. Tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dikutip dari Antara, Kamis (6/6/2024).
Dia mengungkapkan jika rangkaian gempa bumi itu terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Eurasia dan menunjukkan gerakan oblique-normal fault atau mendatar turun.
Berdasarkan laporan sistem peringatan dini BMKG diinformasikan telah terjadi dua kali guncangan gempa di Nias Selatan. Gempa pertama berkekuatan 5,7 magnitudo yang sumber di laut kedalaman 47 kilometer dengan jarak 84 kilometer arah tenggara Nias Selatan, Rabu (5/6) pukul 18.16 WIB.
Gempa kedua atau gempa susulan yang terdeteksi pada kedalaman 19 kilometer dan berjarak 195 kilometer arah barat daya Nias Selatan dengan berkekuatan 4,5 magnitudo, Kamis dini hari pukul 01.01 WIB.
Getaran gempa tersebut dirasakan di Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Tapanuli Utara yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).
Bahkan BMKG mendeteksi getaran gempa juga dirasakan hingga Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, Padang Sidempuan dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan truk berlalu) dan Padang Panjang yang berskala intensitas II (getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang di gantung bergoyang).
Meski tidak berpotensi menimbulkan tsunami dan belum menerima laporan dampak kerusakan namun, BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pusat getaran gempa bumi tetap tenang seraya meningkatkan kewaspadaan. (Antara)
Baca Juga: Waspada Potensi Banjir Lahar Dingin Susulan Lebih Besar di Sumbar
Berita Terkait
-
Jakarta Diguyur Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Akhirnya Berhasil
-
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026-2027 Mundur, 61 Persen Wilayah Indonesia Terdampak
-
BMKG Ungkap 2 Fenomena yang Bikin Musim Hujan Datang Terlambat
-
Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang
-
Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker
-
Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok
-
Dear Petani Swadaya, Harga Sawit Riau Pekan Ini Rp3.885 per Kg
-
Jembatan Siak IV Pekanbaru Dipenuhi Pedagang, Bahayakan Pengguna Jalan
-
BRI dan Syailendra Capital Ungkap Peluang Investasi Syariah di Paruh Kedua 2026