SuaraRiau.id - Alat Peraga Kampanye (APK) serta iklan dan benda lainnya yang dipasang di pohon ternyata menjadi perhatian relawan yang mengatasnamakan Aksi Peduli Lingkungan (APEL) Riau.
Relawan lalu mencabuti APK dan iklan yang sengaja dipaku di sejumlah pohon yang ada di Pekanbaru, Minggu (14/1/2024).
Koordinator Aksi, Fachrul Adam mengungkapkan bahwa aksi ini adalah bentuk kolaboratif dan dukungan masyarakat Riau terhadap politik dan lingkungan. Selain sebagai dibuktikan kepedulian terhadap kampanye yang dilakukan para peserta Pemilu.
"Aksi yang dilakukan juga bertujuan agar para peserta Pemilu punya kesadaran untuk menjaga lingkungan di Pekanbaru,” ujarnya, Minggu (14/1/2024).
Menurut Adam, aksi ini dilakukan dengan cara mencabut paku dan APK yang tertancap di pohon disepanjang jalan tanpa merusak APK.
"Seluruh APK diserahkan kepada Bawaslu Riau," terangnya.
Dalam aksi ini ditemukan 218 APK yang ditempel pada pohon dengan total paku sebanyak 400 paku dan beberapa reklame.
Aksi dimulai dari Simpang Jalan Arifin Ahmad dengan Jalan Jenderal Sudirman. Lalu, di simpang Jalan Jenderal Sudirman dengan Jalan Harapan Raya sampai dengan depan Bandar Seni Raja Ali Haji atau Bandar Serai (Purna MTQ).
Pencabutan APK di pohon dilakukan karena sejumlah alasan, di antaranya APK di popon berpotensi merusak fungsi tanaman sebagai filter udara untuk tetap bersih dan sehat.
Gerakan yang diikuti 30 orang tersebut berasal dari Perkumpulan Elang, YLBHI–LBH Pekanbaru, WALHI Riau, Paradigma, Pondok Belantara, Mapala Humendala, KPA EMC2, XR Riau dan Green Leadership Indonesia.
Kemudian, Aksi Kamisan Pekanbaru,Kabut Riau, Mapala Umri, FPBLK, LPE Riau, BEM Faperta Unri, GEMAS dan WANAPALHI serta beberapa perwakilan mahasiswa.
Berita Terkait
-
Warga Diminta Waspada! Dinamika Atmosfer Picu Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Kota
-
Riau Bhayangkara Run 2026 Sold Out, 15.080 Pelari Siap Ramaikan Pekanbaru
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Tragedi Lansia di Pekanbaru: Ketika 'Mantan Keluarga' Rancang Skenario Maut Demi Harta
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Suhardiman Amby Disebut Kumpulkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut Raja Juli
-
KPK Telusuri Pertemuan Suhardiman Amby, Ketua DPRD Kuansing dengan Raja Juli
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Makna dan Filosofi Logo HUT Riau ke-69, Berikut Link Download-nya
-
Jadi Tersangka, 3 Karyawan di Pekanbaru Bongkar Praktik Mafia Solar Subsidi Atasan