SuaraRiau.id - Seorang warga Pekanbaru mengeluhkan aksi tukang parkir di pelataran sebuah minimarket yang dinilai kasar terhadap pelanggan. Aksi ini diunggah di media sosial dan dibagikan kembali oleh akun @pkucity, Selasa (12/12/2023).
Juru parkir tersebut mengaku bernama F dan bekerja di bawah koordinasi PT YSM dan bertugas di minimarket Jalan Sultan Syarif Kasim, tepatnya di depan hotel ternama Pekanbaru.
Unggahan ini dibagi menjadi beberapa potongan video pendek. Pada video pertama, pengunggah menyebutkan bahwa dirinya bersama seorang rekan yang hendak membeli air mineral di minimarket memarkirkan sepeda motor di area parkir.
Salah seorang dari mereka masih menunggu di sepeda motor dan salah satunya masuk ke minimarket.
Setelah membeli air mineral, perekam sempat memanggil petugas parkir. Namun, karena posisi sepeda motornya yang bersebelahan dengan sebuah mobil, tampaknya petugas parkir tak mendengar panggilan tersebut.
Saat keduanya hendak meninggalkan area parkir, petugas parkir menghampirinya dan meminta uang parkir. Petugas itu disebut melotot pada perekam lantaran dirasa terlalu lama mengambil uang.
Aksi tukang parkir yang dinilai tidak beretika ini disebut perekam membuatnya merasa seperti telah dipalak.
Petugas parkir tersebut tak terima disebut telah melotot terhadap pengendara. Saat perekam mulai merekam video, dirinya juga ikut mengambil ponsel dan merekam pengemudi tersebut.
Pengemudi menyebut dirinya dimintai uang tarif parkir sebesar Rp4.000 oleh tukang parkir itu. Perekam lalu meminta karcis parkir sebagai bukti pembayaran. Petugas tersebut lalu memberikan karcis resmi yang bertuliskan tarif parkir hanya Rp2.000.
Perekam juga mengaku bahwa rekannya hanya sebentar meninggalkan sepeda motor. Bahkan petugas parkir tersebut tak memberikan bantuan apapun saat hendak keluar dari area parkir.
Petugas itu disebutkan hanya berdiri di tempat yang cukup jauh dari tempatnya memarkirkan kendaraan. Namun petugas itu meneriakinya dan meminta uang parkir saat dirinya hendak meninggalkan area tersebut.
Unggahan ini dikomentari oleh seorang warganet yang mengaku telah merekam peristiwa tersebut dengan akun @vio***.
Dirinya mengaku sudah sangat kesal dengan perlakuan yang diterimanya dari petugas parkir di video.
"Saya ga pernah keberatan buat bayar parkir walau kadang mereka ga mau bantuin , karna sya pikir ya gak apa2lah hitung2 sedekah , cuma ya yg abg ini sya sudah bener2 kesal kami mau keluar pun ga dibantuin padahal ga ngapa2in, tiba2 datang minta uang pas saya kasi malah melototin, ya saya ga terima, dikirain bocah saya apa digituin berasa dipalak," terangnya.
Sejumlah warganet di kolom komentar juga tampak geram dengan aksi yang dilakukan petugas parkir. Pasalnya, hal yang sama juga kerap dirasakan oleh warga lainnya, seperti yang disampaikan @mel***.
Berita Terkait
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
-
Usulan CCTV Berbasis AI, Solusi Pantau Juru Parkir Bandel Jakarta
-
Jukir Liar Jakarta Tak Cuma Dirazia: Bakal Dilatih Kerja atau Dipulangkan ke Kampung!
-
3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Heboh Penampakan Harimau di Pasir Putih Kampar, Ini Kata BBKSDA Riau
-
Tempat Penampungan Imigran di Pekanbaru Dirazia Aparat Gabungan
-
Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026