SuaraRiau.id - Edy Natar Nasution dilantik menjadi Gubernur Riau oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Senin (27/11/2023) pagi.
Edy Natar akan menjalani sisa masa jabatannya sebagai Gubernur Riau menggantikan Syamsuar hingga Desember 2023 ini. Ia ingin menuntaskan seluruh visi-misi selama satu bulan ke depan.
"Saya yang tadinya wakil gubernur naik menjadi gubernur, tentu di sisa waktu ini akan melanjutkan apa yang sudah kami lakukan selama ini," katanya dikutip dari Antara.
Edy Natar mengatakan program kerja yang selama ini dijalankan merupakan visi dan misi yang dicanangkan mantan Gubernur Riau Syamsuar yang diselaraskan dengan program pemerintah pusat.
"Karena program yang kita lakukan tentunya itu merupakan visi dan misi Gubernur, Wakil Gubernur, dan Presiden," tegasnya.
Diketahui, Laman Pemprov Riau menginformasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019--2024 adalah "Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu)".
Misi Pembangunan Riau ditempuh dengan mewujudkan SDM yang berdaya saing, pembangunan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan, pembangunan ekonomi inklusif.
Misi pembangunan juga ditempuh melalui perwujudan budaya melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.
"Mudah-mudahan itu bisa kami akhiri dengan baik dan saya juga tentu mohon doanya," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Edy juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi untuk menjaga kondusivitas keamanan di Riau di tengah situasi tahun politik 2024.
"Tadi beliau juga tanyakan bagaimana kondisi Riau dan saya katakan sampai saat ini masih cukup kondusif," katanya menceritakan percakapan dengan Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi melantik Edy Natar Nasution menjadi Gubernur Riau menggantikan Syamsuar yang mundur dari jabatan Gubernur Riau karena maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI di Pemilu 2024. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik
-
Skandal Kuota Haji Rp1 T: Dito Beberkan Obrolan Makan Siang Jokowi dan Pangeran MBS
-
Geruduk Komnas HAM, Roy Suryo Lapor Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Kasus Ijazah Jokowi
-
Dito Sebut Kemungkinan Diperiksa KPK Soal Kunjungan Jokowi ke Arab Saudi
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Pemeriksaan Tersangka Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Pakai SOP Solo!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
5 Mobil Bekas dari Honda dengan Fitur Sunroof, Unik dan Berkarakter
-
Mengapa Polisi Pekanbaru Bebaskan Bos Otomotif usai Ditangkap Terkait Narkoba?
-
5 Mobil Bekas 7-Seater Punya Cicilan Ringan, Mesin Awet untuk Jangka Panjang
-
Dirut BRI Angkat UMKM sebagai Kunci Transisi Hijau dan Pertumbuhan Inklusif Dunia
-
PNS di Indragiri Hulu Jadi Pengedar Sabu, Ditangkap Bersama Temannya