SuaraRiau.id - Siapa yang tak kenal Sultan Syarif Kasim II, sosok pahlawan nasional yang berasal dari Siak, Riau. Namanya diabadikan sebagai nama bandara di Pekanbaru, yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II.
Lantas siapakah Sultan Syarif Kasim II? Berikut rangkuman yang berhasil dihimpun Suara.com.
Sultan Syarif Kasim II lahir di Siak Sri Indrapura pada 1 Desember 1893 atau 11 Jumadil Awal 1310 Hijriyah.
Syarif Kasim II merupakan sultan yang ke-12 Kerajaan Siak yang bergelar Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syarifuddin.
Di usianya yang masih tergolong muda yakni 23 tahun, Syarif Kasim II dinobatkan sebagai Sultan Siak ke-12.
Sultan Syarif Kasim II pernah memimpin Kerajaan Siak selama 30 tahun, mulai dari tahun 1915 sampai 1945.
Syarif Kasim II menyatakan diri bahwa Kerajaan Siak bergabung kepada Negara Republik Indonesia (NKRI).
Atas bergabungnya tersebut, Sultan Syarif Kasim II menyerahkan kekuasaannya dan juga harta 13 juta Gulden (setara Rp1.000 triliun) pada saat itu terhadap NKRI.
Sultan Syarif Kasim II wafat pada 23 April 1968 di Rumbai, Pekanbaru. Sementara itu, Pemerintah Indonesia memberi gelar pahlawan nasional kepada Sultan Syarif Kasim II dengan anugerah tanda jasa Bintang Mahaputra Adipradana pada 6 November 1998.
Tokoh masyarakat Siak Said Muzani mengungkapkan jika Sultan Syarif Kasim II bukan hanya menjadi pemimpin yang cinta akan rakyatnya, juga sebagai pemimpin yang taat agama dan sangat bijaksana.
“Sultan Syarif Kasim II pemimpin yang sangat luar biasa, bijaksana, taat dengan agama dan cinta akan rakyatnya,” ucap Said Muzani kepada Suara.com, Jumat (10/11/2023).
Sultan Syarif Kasim II juga bukan hanya berjuang tentang Kerajaan Siak. Bersama KH Ali Hasymi mantan komandan pasukan rencong Aceh, Syarif Kasim II pernah melawan Belanda pada saat agresi ke-2.
“Diceritakan KH Ali Hasymi, waktu itu Sultan Syarif Kasim II bersamanya melawan Belanda saat agresi militer ke-2. Sultan Syarif Kasim II memang tidak memanggul senjata tapi bersama KH Ali Hasymi mengomandoi pasukan, sultan memberikan petunjuk dan arahan yang sangat membantu perlawanan rakyat Aceh saat itu,” jelas Muzani.
Petunjuk dan arahan Sultan Syarif Kasim II saat bersama KH Ali Hasymi memimpin pasukan perang melawan belanda menjadi momen tak terlupakan. Saat Belanda melakukan penyerangan terus menerus membuat KH Ali Hasymi bersama sultan kembali menyusun siasat.
Bersama pasukan, Syarif Kasim II dan Ali Hasymi masuk ke dalam sebuah lubang. Kemudian, pasukan Belanda mengebom sebuah lubang yang dianggap tempat bersembunyi KH Hasymi bersama sultan.
Berita Terkait
-
Penerbangan di Bandara Pekanbaru Terganggu Akibat Kabut Asap, 12 Pesawat Delay
-
Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua Dihina Netizen Malaysia: Mirip Thanos
-
Pengangkatan Soeharto Jadi Pahlawan Dinilai Tak Sejalan dengan Semangat Antikorupsi
-
Menjulang 23 Meter, Patung Oputa Yi Koo Jadi Ikon Baru Baubau
-
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang