SuaraRiau.id - Lahir di Siak Sri Indrapura pada 1 Desember 1893 atau 11 Jumadil Awal 1310 Hijriyah, Syarif Kasim II merupakan sultan yang ke-12 Kerajaan Siak.
Sultan yang gelar dengan nama Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syarifuddin ini pernah memimpin Kerajaan Siak selama 30 tahun, mulai dari tahun 1915 sampai 1945.
Di usianya yang masih tergolong muda yakni 23 tahun, Syarif Kasim II dinobatkan sebagai Sultan Siak ke-12.
Budayawan Siak Said Muzani menceritakan, Sultan Syarif Kasim II bukan hanya menjadi pemimpin yang cinta akan rakyatnya, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang taat agama dan sangat bijaksana.
“Sultan Syarif Kasim II pemimpin yang sangat luar biasa, bijaksana, taat dengan agama dan cinta akan rakyatnya,” ucap Said Muzani kepada Suara.com, Jumat (10/11/2023).
Dikisahkan Said Muzani, Sultan Syarif Kasim II bukan hanya berjuang tentang Kerajaan Siak, ia pernah bersama KH Ali Hasymi mantan komandan pasukan rencong Aceh melawan Belanda pada saat agresi ke-2.
“Diceritakan KH Ali Hasymi, waktu itu Sultan Syarif Kasim II bersamanya melawan Belanda saat agresi militer ke-2. Sultan Syarif Kasim II memang tidak memanggul senjata tapi bersama KH Ali Hasymi mengomandoi pasukan, sultan memberikan petunjuk dan arahan yang sangat membantu perlawanan rakyat Aceh saat itu,” ungkap Said Muzani.
Petunjuk dan arahan Sultan Syarif Kasim II saat bersama KH Ali Hasymi memimpin pasukan perang melawan belanda menjadi momen tak terlupakan bagi komandan pasukan rencong Aceh itu.
Saat Belanda melakukan penyerangan terus menerus membuat KH Ali Hasymi bersama sultan kembali menyusun siasat.
Mereka bersama pasukan, tambah Muzani, masuk ke dalam sebuah lubang. Kemudian, pasukan Belanda mengebom sebuah lubang yang dianggap tempat bersembunyi KH Hasymi bersama sultan.
“Disangka Belanda di lubang itu Ali Hasymi dan Sultan Syarif Kasim, ternyata Allah selamatkan, sasaran tersebut merupakan lubang yang kosong,” tambah Muzani.
Kisah heroik Sultan Siak ke-12 tersebut didengar Muzani langsung dari almarhum KH Ali Hasymi saat berziarah ke makam sultan di Siak pada tahun 1993.
Di makam Sultan Syarif Kasim II, KH Ali Hasymi menangis sejadi-jadinya mengenang kisah mereka saat itu.
“Waktu di makam sultan, KH Ali Hasymi menangis sejadi jadinya dan bercerita tentang seorang sultan yang rela turun ke medan perang melepaskan predikat kesultanan, makanya Sultan Syarif Kasim II dapat pangkat Letnan Teretorial dari pasukan rencong Aceh,” beber Muzani.
Waktu itu, kata Muzani lebih jauh, KH Ali Hasymi mengatakan bahwa Sultan Syarif Kasim II sangat layak menyandang gelar pahlawan.
Berita Terkait
-
Detik-Detik Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau, Pelaku Diduga Terobsesi
-
Jejak Emas Rakyat Aceh Bagi RI: Patungan Beli Pesawat, Penghasil Devisa & Lahirnya Garuda Indonesia
-
Siapa Zulfadhli? Ketua DPRA yang Tawarkan Teken 'Aceh Merdeka' dalam Tuntutan Aksi
-
Dibawa Kembali ke Riau, Mahkota Sultan Siak Dibuat Ahli Perhiasan Jawa di Abad 19
-
Menapaki Rumah Singgah Tuan Kadi, Warisan Sejarah di Tepian Sungai Siak
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Bareskrim Polri Selidiki Blackout Sumatera, Bawa Barang Bukti ke Puslabfor
-
Sopir Truk MinyaKita Tewas Diikat, Kepala Dilakban Ternyata Dihabisi Rekan