SuaraRiau.id - Tiga pelaku hipnotis akhirnya berhasil ditangkap Tim Resmob Jambalang Satreskrim Polresta Pekanbaru sebuah hotel berbintang di wilayah itu, Kamis (26/10/2023).
Sebelumnya tiga tersangka ini melakukan aksinya terhadap wanita di depan Kantor BKD Riau, Jalan Cut Nyak Dhien Pekanbaru pada Jumat (7/8/2023) pagi. Korban yang merupakan PNS mengalami kerugian sebesar Rp61 juta.
Komplotan hipnotis ini yang masing-masing berinisial A, AJ dan M. Satu di antaranya A merupakan seorang wanita yang menjadi otak aksi hipnotis.
Selain di Pekanbaru, para pelaku juga pernah memperdayai seorang warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan berhasil membawa uang korban sebesar Rp1 miliar.
“Untuk di Pekanbaru, mereka beraksi dua kali dengan dua korban, masing-masing Rp 61 juta dan Rp33 juta salah satunya seorang PNS,” kata Wakapolresta AKBP Henky Poerwanto, Senin (30/10/2023).
Modus yang digunakan para pelaku salah satunya menawarkan mata uang asing untuk ditukarkan ke uang rupiah. Korban yang sudah terperdaya, dibawa ke dalam mobil, kemudian didampingi melakukan penarikan uang ke bank.
”Mereka menawarkan tukar uang asing, ada Ringgit Malaysia dan Belarusia yang merupakan uang palsu. Korban diiming-imingi nilai tukar yang jauh lebih tinggi,” ujar Henky.
Setelah uang rupiah mereka terima, uang asing diberikan kepada korban yang dimasukkan ke dalam amplop padi. Para korban yang sudah terhipnotis baru boleh buka amplop setelah turun dari mobil para pelaku.
Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra menyatakan jika sindikat ini telah meraup sekitar Rp2 miliar dari aksi mereka di Riau dan Sumbar.
”Totalnya itu sejauh ini sekitar Rp2 miliar. Salah satu korban di Padang itu rugi Rp1 miliar. Satu anggota sindikat ini kita serahkan ke Kepolosian Sumbar karena ada TKP di sana,” kata Kompol Bery.
Para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP. Namun juga berpeluang dikenakan pasal tambahan yaitu terkait pemalsuan uang, karena juga ditemukan mata uang rupiah palsu dan penipuan.
”Berdasarkan pengakuan, mereka telah beraksi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Mereka sendiri berasal dari Jakarta dan sekitarnya,” tegas Kompol Bery.
Berita Terkait
-
Dua Pelaku Jambret HP di Pekanbaru Dibekuk gegara Terjebak Macet
-
Ceramah Para Habib di Masjid Agung Annur Pekanbaru Dihadiri Ribuan Warga
-
Spanduk Raja Juli Antoni Maju DPR RI Ada di Pekanbaru, Sempat Disebut Tak Nyaleg
-
Nekat! Wanita Pelaku Hipnotis Temani Emak-emak Pekanbaru Kuras Uang di Bank
-
Dear Pengendara, Tol Pekanbaru-Dumai Sudah Berlakukan Tilang Elektronik
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Oknum Propam Polres Bengkalis Dipecat Buntut Terlibat Peredaran Narkoba
-
SF Hariyanto Diminta Segera Aktifkan Pansus Optimalisasi PAD Pemprov Riau
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Senin 2 Maret 2026
-
Promo Diskon Listrik 50 Persen untuk Tambah Daya hingga 10 Maret 2026