SuaraRiau.id - Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meninjau tahapan pembangunan ekoriparian di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau, (UMRI), Senin, (25/9/2023).
Pengembangan Ekoriparian UMRI yang didukung penuh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ini mendapat apresiasi oleh Kementerian LHK.
Sebagai bentuk dorongan dan percepatan pembangunan, PHR melakukan penanaman pohon bersama Direktur Pengendalian dan Pencemaran Air (PPA) Nety Widayati.
Penanaman pohon yang turut dihadiri civitas akademika UMRI ini diharapkan nantinya dapat membuat suasana sekitar semakin asri.
Nety Widayati berharap pembangunan ekoriparian di UMRI tersebut menjadi pusat edukasi lingkungan pelajar dan mahasiswa. Nantinya, taman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai eko eduwisata yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat Riau.
“Di sini nantinya bisa menjadi tempat belajar terkait lingkungan. Ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, perlu ada kolaborasi dengan pihak swasta dalam hal ini PHR. Terima kasih untuk PHR yang sudah mendukung program ini sehingga menjadi contoh bagi perusahaan lain bahwa PHR menjadi perusahaan yang peduli terhadap lingkungan,” ujar dia.
Konsep ekoriparian dirancang untuk restorasi dan konservasi dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial masyarakat dan ekonomi yang saling terintegrasi.
Terdapat constructed wetland atau rawa buatan yang diciptakan dan didesain khusus untuk pengolahan air tercemar dengan memanfaatkan proses alami yang terintegrasi. Air limbah dari permukiman akan mengalami dekontaminasi melalui proses alami yang melibatkan vegetasi rawa atau riparian.
Tidak hanya untuk kelestarian lingkungan, ekoriparian juga akan melibatkan beberapa UMKM dan ekonomi kreatif sekitar untuk memanfaatkan ruang usaha yang ada sebagai salah satu media komunikasi bisnis dan pemasaran produk atau jasa.
“Selain perbaikan lingkungan dan pencemaran, hal ini juga terkait pemberdayaan masyarakat sebagaimana konsep ekonomi sosial dan lingkungan,” sebut Nety Widayati.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI Nazir Karim menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh PHR dan KLHK terhadap pembangunan ekoriparian di UMRI.
Menurutnya, upaya penyelamatan lingkungan menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan alam di masa depan.
“Kita harapkan ekoriparian ini kita manfaatkan untuk banyak kegiatan sehingga bermanfaat baik itu kegiatan kampus, edukasi hingga peluang wirausaha yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan jika pengembangan ekoriparian merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR sebagai upaya melindungi lingkungan sekaligus bisa memberikan nilai tambah (value) bagi masyarakat luas.
“Keberadaan ekoriparian ini nantinya diharapkan menjadi oase di tengah kota Pekanbaru, tidak hanya bagi lingkungan kampus tapi juga bisa dinikmati masyarakat luas,” katanya.
Berita Terkait
-
Kiat Peningkatan Kapasitas UMKM Agar Naik Kelas ala Pemuda RiyoLC PHR
-
Lewat RiyoLC PHR, Empat Pemuda Riau Inisiasi Bisnis Ramah Lingkungan
-
Kisah Nuraini, Anak Nelayan Sungai Rokan Raih Beasiswa PHR ke Universitas Pertamina
-
Cerita Arryan Naufal, Anak Sopir Truk Penerima Beasiswa Prestasi PHR
-
Tahun Ini, PHR Sebar 34 Sapi Kurban untuk Masyarakat di Blok Rokan
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla
-
Polda Riau Lanjutkan Kasus Jual Beli Lahan Kawasan Hutan Rokan Hilir
-
Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho
-
Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah
-
ISPA Dominasi 11.707 Kasus Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap di Pekanbaru