SuaraRiau.id - Sekda Riau SF Hariyanto terus menjadi sorotan pasca gaya hidup istri dan anaknya yang kerap pamer kemewahan viral di media sosial.
Foto hingga video istri dan anak SF Hariyanto tersebut beredar di tengah perbincangan perkara gaya hidup mewah para pejabat Indonesia.
Keluarga Sekda Riau tersebut diketahui pamer barang-barang branded mulai dari tas, sepatu hingga liburan ke luar negeri. Meskipun SF Hariyanto sudah mengklafikasi bahwa hal itu tak seperti yang dituduhkan, namun masalah ini masih menuai perhatian publik.
Aksi pamer istri dan anak Sekda Riau ini mendapat tanggapan dari pengamat kebijakan publik M Rawa El Amady.
Menurut dia, tindakan istri SF Hariyanto yang memamerkan kemewahan tidak tepat, bahkan dapat menyinggung perasaan warga yang hidup dengan tingkat ekonomi di bawah.
Rawa pun menyebut sebaiknya pejabat publik dan keluarga dapat bergaya hidup tidak terlalu jauh dari masyarakat.
"Kita bisa melihat jalan di Riau berlubang di mana-mana, ya kan. Orang pergi sekolah masih susah aksesnya. Sehingga, masih banyak hal yang harus dibangun. Jadi, perlu sekali empati. Memang pejabat dituntut untuk memiliki empati agar bisa mengambil kebijakan yang pro kepada masyarakat," katanya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Rawa meminta penegak hukum di Riau untuk melakukan verifikasi sumber harta serta audit bagi pejabat publik.
"Penegak hukum, PPATK, serta KPK harus benar-benar memeriksa. Sejauh ini, itu yang baru bisa dinilai secara objektif. Jika itu memang asli sumber kekayaan sendiri dan sudah kaya dari dulu, itu sudah sifat dan sulit diubah. Walaupun sebenarnya ada kewajiban pejabat negara atau daerah empati kepada masyarakat," ujar dia.
Terlebih lagi, beberapa waktu lalu Sekda Riau SF Hariyanto pernah meminta jajarannya untuk tidak hidup bermewahan.
"Yang diucapkan sekda dan yang dilakukan istrinya adalah dualisme yang tidak masuk akal. Sekda perlu menertibkan keluarganya terlebih dahulu," ucap Rawa.
Namun, ia enggan menebak-nebak hasil harta kekayaan sang pejabat jika belum ada audit yang dilakukan KPK sebagai lembaga antirasuah. Akan tetapi, Rawa meminta Gubernur Riau untuk menelusuri aliran dana dari keluarga SF Hariyanto.
"Kita meminta gubernur juga untuk menelusuri aliran dana dari keluarga sekda," ujarnya.
Lebih jauh, Rawa meminta publik untuk tidak menghakimi. Menurutnya, pejabat publik dituntut untuk memiliki rasa empati
“Namun, jika ada indikasi korupsi yang harus dibawa ke ranah hukum," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Sebut Anaknya Ultah di Toko Ritz Carlton, Hidup Sekda Riau Bakal Tak Tenang Gegara Bikin Hotman Paris jadi Bodoh
-
Profil SF Hariyanto, Sekda Riau yang Klaim Anaknya Ulang Tahun di Toko Ritz Carlton
-
Pernyataan Ngaco Sekda Riau SF Hariyanto, Bukti Monolog Ini Sebut Mutiara 88 Hotel The Ritz Carlton
-
5 'Silat Lidah' Sekda Riau yang Bikin Ngelus Dada: Toko Ritz Carlton hingga Nyicil Sepeda
-
Sejarah Ritz Carlton dan Fasilitasnya, Trending Usai Disebut Toko oleh Sekda Riau
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW