SuaraRiau.id - Pemkab Meranti berencana menggelar rapat lintas kementerian dan lembaga di Jakarta dalam rangka menarik berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat guna mengentaskan kemiskinan.
Hal tersebut terungkap usai Bupati Meranti Muhammad Adil bertemu dengan Plt Direktur Toponimi dan Batas Daerah Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Wardani di Jakarta pada Senin (16/1/2023).
Diketahui, pertemuan tersebut merupakan upaya Pemkab Meranti terhadap memperjuangkan Dana Bagi Hasil minyak bumi dan gas (DBH Migas) pada daerah berbatasan langsung sesuai UU No 1 Tahun 2022 tentang HKPD.
Bupati Adil memaparkan kondisi geopolitik hingga potensi yang dimiliki oleh Meranti, mengingat jarak dari Meranti menuju ibu kota Provinsi Riau di Pekanbaru sejauh 150 kilometer.
"Sedangkan menuju Malaysia hanya 94 kilometer dan ke Singapura hanya 117 kilometer," ungkapnya dikutip dari Antara, Selasa (17/1/2023).
Adil juga menjelaskan beberapa upaya yang telah dilakukannya untuk meningkatkan kesejahteraan warga Meranti, di antaranya dengan memperjuangkan DBH Migas.
"Tentunya kami perlu tunjuk ajar dan strategi agar bisa memperjuangkan pembangunan di Meranti," kata Adil.
Dia merincikan, saat ini wilayah yang dipimpinnya itu menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 5,53% di tahun 2022 atau tertinggi di Riau.
Kemudian ditambah dengan rendahnya ketersediaan infrastruktur jalan (0,29) dan terbatasnya konektivitas antar pulau (20%) yang menyebabkan tingkat kemahalan konstruksi 108,78.
"Tingkat pengangguran terbuka juga masih tinggi (5,50%) dan rendahnya kualitas sumber daya manusia (66,52%) atau terendah di Riau," ujar Bupati Meranti.
Berita Terkait
-
Haris Rusly Moti Wanti-wanti Soal Situasi Sosial Berpotensi Ditunggangi Kepentingan Geopolitik
-
Menuju Net Zero Emission 2060: Indonesia Pacu Transisi Energi di Tengah Gejolak Geopolitik
-
Menuju Net Zero Emission 2060: Indonesia Pacu Transisi Energi di Tengah Gejolak Geopolitik
-
Geopolitik Timur Tengah Kian Panas, Rupiah Minggir Dulu!
-
Faktor-faktor Ini Bisa Berdampak Besar Terhadap Ekonomi RI di 2025
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Pungut Retribusi Sampah secara Tunai di Pekanbaru Bisa Dilaporkan
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak