Walau demikian, Winda yang di Siak tidak saja dikenal sebagai Kepala Sekolah berprestasi tapi juga seorang penggiat seni dan budaya ini, tidak pernah patah semangat.
Hati yang penuh tekad untuk memperkenalkan daerahnya melalui seni dan budaya di kancah festival bertaraf internasional, diapun tanpa ragu mencopot gelang emas yang selama ini menghiasai pergelangan tangannya untuk digadaikan.
Sampai di sana, masalah belum selesai, saat dirinya datang ke agen bus, ternyata ongkos perorangnya mencapai Rp780 ribu perorang. Hitung punya hitung termasuk ongkos pulang nantinya dan selama di tanah Jawa, uang hasil gadai gelang bakalan tidak mencukupi.
Untunglah, sang agen bus berbaik hati memberi potongan harga begitu tahu rombongan yang akan berangkat, didominasi anak yatim.
"Alhamdulillah, agen bus berbaik hati. Tidak hanya memberi potongan harga tapi juga membekali kami air mineral botol. Alhamdulillah”, ujar Winda.
Winda memaparkan, untuk bisa menembus festival tersebut, pihaknya melalui proses seleksi ketat dari pihak penyelenggara, mulai video tampilan hingga profil sanggar.
“Prosesnya sekitar tiga bulan dan alhamdulillah kita dinyatakan lolos dan diundang untuk tampil. Tapi panitia tidak menyiapkan akomodasi ataupun transportasi, hanya sebatas konsumsi saat perhelatan saja yang digelar dari tanggal 2 sampai tanggal 4 (September)," ungkapnya.
Awalnya besar harapan Winda agar bisa dibantu oleh Pemkab Siak. Sebab, menurut Winda Ia membawa misi seni dan budaya Siak.
Kata Winda, tema tarian yang ditampilkannya mengadopsi kearifan lokal yaitu ghatib beghanyut (dzikir berhanyut di Sungai Siak yang merupakan tradisi masyarakat Siak untuk menolak bala).
“Kami bisa tampil di acara festival payung Indonesia di Solo melalui seleksi dengan proses yang panjang serta bersaing dengan sanggar dan komunitas seni yang ada di seluruh Indonesia dan mancanegara. Karena festival ini progresnya menuju Benua Eropa, semoga kami juga bisa lolos untuk tampil di Eropa nantinya. Aamiin," ujarnya.
Winda ingin, ke depan para pelaku dan penggiat seni budaya lebih mendapat perhatian pemerintah dalam mengejawantahkan karya karyanya karena pada akhirnya akan memberi kontribusi bagi marwah negeri.
“Untuk generasi muda, pesan saya, jangan menyerah apalagi merasa malu dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal. Teruslah berkarya dan berbuat yang terbaik untuk negeri kita," tutur Winda.
Sementara itu, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan menyayangkan hal yang terjadi terhadap Winda.
Indra mengungkapkan bahwa mendengar kisah anak-anak Siak yang tampil dan mengharumkan daerah namun terkendala persoalan biaya membuatnya geram terhadap sikap pemerintah kabupaten.
Menurut Indra seharusnya Pemkab Siak punya sikap yang jelas. Apalagi hal itu bersangkutan dengan nama baik Kabupaten Siak.
Tag
Berita Terkait
-
Prediksi PSS Sleman vs Persis Solo di BRI Liga 1 2022/2023 Malam Ini
-
Caretaker Persis Optimis Petik Hasil Positif di Kandang PSS
-
Apresiasi Festival Blangkon Solo, Ganjar Pranowo: Ternyata Bisa Menunjukkan Umur dan Jabatan
-
Survei Capres: Ganjar Pranowo Kalahkan Prabowo dan Anies Baswedan
-
Gadis 15 Tahun Siak Dipekerjakan di Kafe, Disuruh Berpakaian Seksi Temani Tamu Mabuk
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Pemkab Siak Hitung Lagi Anggaran Beasiswa PKH, Cerita Mahasiswa Bikin Sedih
-
BPS Klaim Produksi Padi di Riau Meningkat Sepanjang 2025
-
5 Mobil Kecil Bekas Kabin Lapang untuk Keluarga Baru, Biaya Operasional Ringan
-
7 City Car Bekas buat Mahasiswa, Keren dan Efisien untuk Jangka Panjang
-
Polemik Beasiswa PKH Pemkab Siak 2026, Dilanjut atau Dihentikan?