SuaraRiau.id - Perkara uang keamanan Rp40 juta yang disebut diminta pihak Polresta Pekanbaru ke PSPS Riau hingga kini masih misteri.
Saat ini, Polresta Pekanbaru dan PSPS Riau masih saling menuding tak ingin disalahkan atas diberhentikannya pertandingan persahabatan antara PSPS Riau dengan Kelantan FC di Stadion Utama Riau itu.
Bahkan PSPS menuding ada penodongan dari oknum kepolisian terkait permintaan uang pengamanan sebanyak Rp40 juta sesaat sebelum pertandingan.
PSPS diketahui, melalui laman Instagram resminya, kembali mengunggah pernyataan atas nama Norizam Tukiman selaku Pemilik PSPS FC sekaligus pemilik Kelantan FC.
Salah satunya menyatakan bos PSPS terkejut Polresta Pekanbaru meminta uang Rp40 juta beberapa saat sebelum pertandingan dimulai.
"Saat dalam perjalanan menuju Stadion owner club menerima telpon dari perwakilan management yang sedang rapat di Polresta Pekanbaru untuk segera membayar uang Rp40 juta, jika tidak pertandingan akan dibatalkan," sebutnya pernyataan di Instagram.
Padahal, mengutip Antara, sebelumnya pihak manajemen Edward Riansyah atau Edu hanya memberitahu kebutuhan dana pengamanan sebesar Rp5 juta.
Selain diminta beberapa saat sebelum dimulainya pertandingan, uang Rp40 juta tersebut juga diminta dibayar tunai.
"Sebenarnya Top Management tidak keberatan mengeluarkan uang Rp40 juta asal uang tersebut jelas masuk dalam kas negara. Tapi karena diminta membayar tunai di saat waktu untuk laga persahabatan sudah hampir dimulai, maka dapat disebut bahwa itu adalah penodongan dan owner club keberatan," katanya.
Pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa pertandingan batal digelar bukan kehendak awal dari Norizam selaku pemilik dari ke dua club, melainkan diminta dibatalkan oleh oknum Polresta Pekanbaru.
"Tentu saja tidak benar sama sekali pembatalan itu dikehendaki oleh saya. Sedangkan perencanaan, persiapan, komitmen, dan segala hal yang diperlukan untuk itu telah 100 persen selesai, termasuk membawa pemain dari segala segi sudah dicapai," tulisnya.
Berbanding terbalik dengan pernyataan Norizam, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Hengky Poerwanto, Rabu (13/7/2022) membantah pihaknya menyebabkan batalnya pertandingan.
Henky menilai pembatalan pertandingan tersebut murni kehendak PSPS sendiri secara sepihak oleh Nurizam Tukiman selaku Pemilik PSPS FC sekaligus pemilik Kelantan FC.
"Tidak ada anggota saya yang menyebabkan batalnya pertandingan baik di ruang rapat Bagops maupun di stadion," ucapnya melalui pesan WhatsApp.
Sebelumnya diketahui PSPS Riau melalui akun Instagram resminya mengunggah pernyataan bahwa Polresta Pekanbaru meminta biaya keamanan pertandingan sebesar Rp40 juta.
Berita Terkait
-
Perkara Uang Keamanan Tanding Bola Rp40 Juta, Polresta Pekanbaru Tegaskan Tak Meminta
-
Polresta Pekanbaru Jawab soal Kabar Minta Uang Keamanan Rp40 Juta ke PSPS
-
Kronologi PSPS Riau Ditodong Uang Keamanan Rp40 juta oleh Polresta Pekanbaru
-
Bos PSPS Riau soal Polisi Minta Rp40 Juta: Saya Mau di Sini Maju dengan Cara yang Betul
-
Pertandingan Dibatalkan Mendadak, PSPS Minta Maaf Janji Kembalikan Uang Tiket
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Warga Pekanbaru Antre Panjang di SPBU, Pertamina Klaim Tambah Pasokan BBM
-
Menantu Jadi Dalang Pembunuhan Mertua: Sakit Hati, Bawa Kabur Barang Berharga
-
Kasus Lansia Tewas Dihajar di Pekanbaru: Pencurian Jadi Pembunuhan Berencana
-
Eks Finalis Puteri Indonesia Jadi Dokter Gadungan, Sempat Tersandung Isu Pelakor
-
Mengapa Eks Menantu Cs Merampok dan Tega Bunuh IRT di Pekanbaru?