SuaraRiau.id - Masyarakat Desa Tasik Tebing Serai, Talang Muandau, Bengkalis dibuat resah dengan kemunculan harimau yang belakangan kerap terjadi di daerah mereka.
Beberapa waktu lalu diketahui, seekor harimau sumatera menghampiri rumah warga. Rekamannya viral di media sosial.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam atau BBKSDA Riau pun kemudian memasang perangkap harimau untuk evakuasi.
Namun, belakangan satu unit alat perangkap harimau yang telah dipasang sebelumnya di dua titik di lokasi itu dipindah. Hal itu membuat warga bertambah panik.
"Seharunya pihak BKSDA Riau menambahkan perangkap lagi, bukan malah mencabut perangkap yang sudah terpasang untuk dipindahkan ketempat lain," kata Kepala Desa Tasik Tebing Serai, Junaidi Sinaga dihubungi Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (25/4/2022).
Junaidi Sinaga menambahkan, sejak kemunculan harimau ini, warga setempat telah membatasi aktivitas di luar. Bahkan untuk memanen buah sawit, mereka terpaksa harus membayar jasa pengawalan.
"Kekhawatiran itupun tidak semerta membuat warga tidak harus bekerja seperti biasanya. Bahkan, ada warga kita yang mayoritas petani sawit harus membayar jasa pengawalan saat mendodos (panen) sawit di kebun mereka," jelasnya.
Junaidi menjelaskan bahwa kondisi ini juga telah membuat warga mengurangi aktifitas di luar rumah pada malam harinya.
"Kita minta keseriusan pihak BBKSDA Riau dalam menangani permasalahan ini. Bila perlu menambahkan pemasangan perangkap agar harimau segera dievakuasi. Artinya, segera mengantisifasi adanya konflik antara manusia dengan hewan buas itu," terang dia.
Harimau yang telah memangsa hewan ternak warga, keberadaanya belum diketahui hingga saat ini masih berkeliaran dan belum juga dievakuasi.
"Pemindahan perangkap harimau itu juga dilakukan BBKSDA Riau tanpa melibatkan perangkat desa sehingga wargapun mengetahui hal itu menjadi tambah khawatir," ujarnya.
Sementara itu, Camat Talang Muandau, Nasrizal mengungkapkan kekecewaan. Menurutnya, pemindahan alat perangkap itu diketahui setelah adanya laporan dari warga setempat.
Bersama Kapolsek Pinggir, Kompol Metertika tambah Nasrizal. Dirinya didampingi Bhabinkamtibmas dan pihak Desa Tasik Tebing Serai dan masyarakat, Minggu 24 Maret 2022 siang kemarin mendatangi tempat perangkap harimau yang di pindah kan oleh BBKSDA tersebut.
Dari yang semula berada di Jalan Pangkalan Nanas km 75 dusun 2 Tanjung Potai Rt 02 Rw 04, Desa Tasik Tebing Serai dipindahkan ke kampung Nanas Dusun Sikijang Rt 02 Rw 02 Desa Melibur Kecamatan Talang Muandau.
"Dalam pemindahan perangkap tersebut pihak BBKSDA tidak ada menyampaikan kepada pihak desa atau pun ke pada masyarakat, dan tidak ada juga membawa pihak kepolisian maupun dari koramil," terang Camat Tualang Muandau, Nasrizal.
Berita Terkait
-
Harga Sawit Turun Drastis Imbas Larangan Ekspor CPO, Ini Saran untuk Petani Riau
-
Terjadi Lagi, Harimau Betina dan Jantan Mati Terjerat Kawat Seling
-
Kena Jeratan Babi, Harimau Sumatera Jantan dan Betina Ditemukan Mati di Hutan Pedalaman
-
Dokter Hewan Diserang Harimau yang Terperangkap Jerat di Sumut, Begini Kondisinya
-
Update Buruh Tewas Diterkam Harimau di Jambi, Lokasi Tragedi Kini Dipasang CCTV
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kejati Sumsel Tegaskan BRI Bersih dari Aliran Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Penuh
-
UAS Beberkan soal Rekaman KPK, Sebut Abdul Wahid Ngaku Diancam
-
UAS Jadi Saksi Sidang Abdul Wahid, Ruangan Didominasi Pengunjung Emak-emak
-
Wanita di Pelalawan Ditusuk Puluhan Kali, Minta Tolong ke Rekan Kerja lewat WA
-
Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau