SuaraRiau.id - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI) terlihat menjenguk Ade Armando yang sebelumnya menjadi korban pengeroyokan massa di lokasi demo pada Senin (11/4/2022) lalu.
Kabar tersebut diunggah akun Twitter resmi Wantimpres RI @WantimpresRI. Namun, postingan menjenguk Ade Armando di rumah sakit mendadak dihapus.
Tapi, ada warganet yang berhasil mengabadikan cuitan Wantimpres dan foto saat menjenguk Ade Armando.
Dalam tangkapan layar yang beredar, akun Wantimpres mengunggah sebuah foto dan keterangannya tertulis:
“Putri K. Wardani, menjenguk Ade Armando di Rumah Sakit Siloam, Semanggi (12/4). Dalam kunjungan ini Putri menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang harus dialami Ade Armando dan berharap ke depannya persaudaraan bangsa ini lebih dipererat. #wantimpres #putrikuswisnuwardani," tulisnya dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Jumat (15/4/2022).
Foto itu kemudian tersebar dan dibagikan oleh beberapa pengguna, salah satunya Pakar Telematika, Roy Suryo.
Roy Suryo mempertanyakan mengapa akun Wantimpres menghapus fotonya bersama Ade. Ia bahkan menuding bahwa mereka malu karena ‘terciduk’ menjenguknya.
“Kok DIHAPUS dari @WantimpresRI ya?” cuit akun @KRMTRoySuryo2, Kamis 14 April 2022.
“Apa MALU tercyduk lagi BEZUK?” lanjut Roy Suryo menandaskan.
Cuitan Roy Suryo tersebut lantas dibanjiri berbagai macam reaksi dari netizen. Banyak dari mereka yang semakin menganggap kalau Ade Armando merupakan ‘peliharaan’ pemerintah sehingga kebal terhadap hukum.
Tak hanya itu, ada juga yang membandingkan sikap pemerintah kepada Ade Armando dengan Novel Baswedan.
“Wantimpres kok menjenguk orang dengan status hukum masih aktif... Aa statusnya masih tersangka.. Bikin malu... Balikin uang pajak yg kalian potongdari pendapatan saya setiap bulannya,” cuit warganet.
“Adakah mereka heboh ketika pak Novel dibutakan sebelah matanya? Ini baru bonyok dikit dan ditelanjangi di jalanan knp mereka pada cengeng ya?” tanya yang lain.
“@WantimpresRI Lagi Bezuk Buzzer Andalan Istana, Padahal Tersangka Penistaan Agama. BERARTI BENAR KALAU BUZZER ADE ARMANDO DILINDUNGI ISTANA ? Malu-maluin. Pantesan Pengadilan Jalanan ada. Malu loe diganji pake Pajak !” timpal warganet.
"Duh, akhirnya terbukti sudah mengapa AA dkk hingga detik ini AMAN SENTOSA, rupanya memang sengaja dipelihara untuk memecah belah Persatuan dan Keutuhan. Keren lho @WantimpresRI, sukses memecah bangsa," cuit yang lain.
"Semakin terang benderang negara memelihara BuzzeRp untuk menista agama dan menyerang ulama yang kritis kepada pemerintah," serang pengguna lain.
Berita Terkait
-
Relawan Anies Baswedan Bantah Pelaku Provokasi Pemukulan Ade Armando Adalah Anggotanya
-
Menohok! Felix Siauw Bandingkan Sosok yang Dipukuli dengan Novel Baswedan: Bukan Masalah Kekerasan, Ini Ketidakadilan
-
Kuasa Hukum Ade Armando Minta Emak-Emak Provokator Ditangkap: Berharap Provokator Itu Diusut
-
Pengeroyok Ade Armando Tertangkap, Tujuh Orang Ditetapkan Tersangka
-
Samakan Peristiwa Ade Armando dengan Fenomena Anjing di Aceh, Influencer Otomotif Ridwan Hanif Banjir Kecaman
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit