Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 11 April 2022 | 04:10 WIB
Ilustrasi mahasiswa menggelar demonstrasi di depan gerbang DPRD Riau terkait minyak goreng, Senin (28/3/2022). [Bagus Pribadi/Riauonline]

"Nggak ikut. Karena sekarang bulan ramadhan karena ini kampus Islam kami fokus berpuasa," kata Andes, Minggu (9/4/2022).

Rencana aksi demonstrasi ini memang sudah meluas sejak BEM SI berencana melakukan demonstrasi pada 11 April. Aksi demonstrasi BEM SI dilandasi oleh enam tuntutan.

Pertama, menuntut Presiden Joko Widodo bertindak tegas menolak masa jabatan tiga periode. Kedua, menuntut dan mendesak presiden untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk pasal-pasal yang bermasalah.

Ketiga, mendesak untuk bikin stabil harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Keempat, mengusut mafia minyak goreng serta mengevaluasi kinerja menteri.

Kelima, penyelesaian konflik agraria. Terakhir, meminta presiden dan wakil presiden komitmen menuntaskan janji kampanye di sisa masa jabatan.

Namun, Razali menolak untuk mengatakan apa tuntutan Aliansi Mahasiswa Riau pada demo besok tersebut.

"Kalau untuk tuntutan belum bisa saya sampaikan sekarang karena besok akan disampaikan secara resminya."

Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru sendiri sudah menyiapkan rencana pengalihan arus pada Senin pukul 13.00 WIB.

Arus lalu lintas dari arah utara (kota) menuju selatan (bandara) akan dialihkan melalui Jalan Imam Munandar. Sedangkan untuk arus lalu lintas Utara menuju selatan dan melewati Kantor DPRD Riau di Jalan Jenderal Sudirman akan dialihkan melalui Jalan Mekar Sari.

"Kami imbau kepada pengguna jalan agar gunakan jalan alternatif. Pengalihan dilakukan karena adanya aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Riau," tulis Satlantas Polresta Pekanbaru di Instagram.

Load More