Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Kamis, 07 April 2022 | 15:07 WIB
Masjid Agung Annur Pekanbaru, Kamis (7/4/2022). [Suara.com/Wahid Irawan]

Untuk diketahui masjid Raya Annur mulai dibangun pada tahun 1963 dan selesai pembangunannya pada 1968 di masa pemerintahan Arifin Ahmad, Gubernur Riau ketiga.

Pada mulanya masjid hanya memiliki luas 4 hektare. Tahun 2000 oleh Gubernur Shaleh Djasit luas masjid diperluas hingga tiga kali lipat seperti sekarang 12,6 hektare.

Pada tahun 2000 juga masjid direnovasi besar-besaran hingga tampak seperti sekarang. Ada empat menara yang mengelilingi kubah. Empat menara itu merujuk ke empat sahabat nabi. Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali.

Arsitektur masjid sendiri dirancang oleh Ir Roosseno, arsitek yang merancang Tugu Monas dan Hotel Indonesia. Bangunan masjid sendiri mengambil inspirasi dari tiga budaya Arab, India, Turki dan Melayu. Semangat Melayu ini terlihat dari model depan masjid yang memakai gaya serambi.

"Itu menandakan negeri Melayu ini negeri yang sangat ramah kepada pendatang," jelas Adin.

Sedangkan kenapa Masjid Agung Annur sering disebut Taj Mahalnya Riau karena memang referensi ke Taj Mahal waktu itu. Taj Mahal masuk ke dalam salah satu tujuh keajaiban dunia.

"Masjid kita ini memang unik. Bisa dikatakan ada semacam mirip Taj Mahal jika dilihat dari depan," tegasnya.

Kontributor: Wahid Irawan

Load More