Seorang perempuan Afghanistan menggendong anaknya di tengah orang-orang yang menunggu paket bantuan yang disalurkan oleh sebuah kelompok bantuan kemanusiaan Turki. [Dok.Antara/Reuters]
Menanggapi krisis ini, salah seorang warga Afghanistan bernama Farhanaz (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa ia sangat prihatin dan putus asa.
“Ada rasa putus asa yang terlihat di antara jutaan orang Afghanistan. Orang menjual bayi dan anak perempuan mereka untuk bertahan hidup. Namun warga Afghanistan tetap saja kehilangan nyawa mereka,” katanya sambil menahan air mata.
Farhanaz menambahkan bahwa ia berharap Taliban akan memperbolehkan perempuan kembali bekerja sehingga bisa membantu keluarga untuk bertahan hidup. Ia juga mengatakan bahwa Taliban bertanggung jawab atas krisis ini, ia meminta agar Taliban menolong masyarakat Afghanistan untuk keluar dari kesengsaraan.
Tag
Berita Terkait
-
Pengungsi Afghanistan di Indonesia: Sama Sekali Tidak Ada Jalan Kembali
-
Presiden China Xi JinpingBerharap Pertemuan Para Menlu Buahkan Damai Bagi Afghanistan
-
Buntut Pelarangan Siswi Sekolah, Bank Dunia Bekukan Proyek Senilai Rp 8,6 Triliun di Afghanistan
-
Respon Aturan Larang Siswi Sekolah, Bank Dunia Bekukan Proyek Afghanistan Senilai Rp8,6 Triliun
-
Kembali Dilarang Sekolah, Siswi SMP dan SMA Afghanistan Demonstrasi di Kabul
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya
-
Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit
-
Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan
-
Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap
-
Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan