Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Jum'at, 11 Maret 2022 | 15:47 WIB
Wapres Ma'ruf Amin. [Dok. KIP-Setwapres]

Menurut Arief, sebenarnya produsen minyak goreng sudah mendistribusikan 420 juta liter minyak goreng atau lebih banyak dibanding kebutuhan 300 juta liter.

"Tapi karena dirasa masih kurang kami tambah lagi 10 persen, Pak Menteri Perdagangan sudah menyampaikan demikian. Harga Rp11.500 untuk minyak curah memang untuk masyarakat dan pemerintah tidak mau menaikkan sampai ini berjalan dengan baik. Tugas pemerintah menyiapkan barangnya, harganya seperti disampaikan di peraturan Mendag No 6/2022," jelas Arief.

Dalam peraturan itu disebutkan harga untuk minyak goreng curah adalah Rp11.500/liter, untuk minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter dan untuk kemasan premium Rp14.000/liter.

"Saya ingin imbau agar tidak 'panic buying', jadi yang biasa beli 2-4 liter tidak usah beli 2-3 karton karena kapasitas produksi mesin belum bertambah sehingga kalau setiap rumah tangga membeli lebih atau beberapa kali lipat akan menarik stok di pasar. Di rumah kita minyak ada kok, cuma kita simpan 2-3 kali sehingga kita cepat-cepatan dengan distribusi, produksi dan konsumsi rumah tangga," tambah Arief.

Baca Juga: Pengamat Wanti-wanti PAN, Disebut Bakal Rugi Jika Gabung Koalisi Jokowi

Berdasarkan data, hasil wajib pasok kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dari 14 Februari-8 Maret 2022 terkumpul 573.890 ton. Jumlah itu sekitar 20,7 persen dari total ekspor CPO dan turunannya yang mencapai 2.771.294 ton. (Antara)

Load More