SuaraRiau.id - Anak usia 6-11 tahun belum vaksin di Pekanbaru dilarang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Kebijakan tersebut dikeluarkan Dinas Pendidikan Pekanbaru.
Menanggapi keputusan tersebut, anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan mengaku tak setuju dan meminta edaran tersebut dapat segera dicabut.
Ia meminta sebelum dilakukan hal tersebut pemerintah dapat memberikan sosialisasi secara masif melalui instansi terkait.
"Kita meminta pemerintah untuk lebih bijaksana sebab orangtua perlu pendampingan dan pemahaman. Diperlukan pendampingan ahli psikologi dan dokter anak untuk membuktikan vaksin ini aman," ujar Ruslan dikutip dari Antara, Senin (21/2/2022).
Ditambah dengan info simpang siur terkait vaksin yang masih membuat orangtua cemas. Selain itu, perlu diketahui apakah anak memiliki penyakit bawaan.
"Ini kan perlu edukasi, jangan asal tebas, tidak boleh. Diberikan pemahaman dulu, dicek dulu apakah anak ini ada penyakit bawaan atau phobia. Jangan karena itu nanti anak jadi tak mau sekolah dan trauma, ini kan pelanggaran HAM," sebut Ruslan.
Menurutnya, aturan itu tidak dipaksakan karena malah memunculkan rasa trauma pada anak. Selain itu, daya tahan tubuh orang berbeda.
"Jangan karena hal ini anak jadi sakit atau tidak datang ke sekolah," katanya.
"Kita pasti mendukung pemerintah, tapi kan ada syaratnya dengan cara yang lebih santai. Jangan langsung dipukul rata. Saya minta Pemerintah Pekanbaru meninjau ulang, kalau bisa dicabut!," sambungnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pengungsi Afghanistan Kembali Gelar Demo, Kemenkumham Riau Sebut Keterlaluan
-
Nestle Indonesia Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun
-
Waspada! Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat, Satu Warga Meninggal
-
Kasus Covid-19 Naik, Pekanbaru Tutup 11 Sekolah dan Terapkan PTM 50 Persen
-
Sampah di Pekanbaru Bakal Jadi Bahan Baku untuk PLTU Tenayanraya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit
-
Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru
-
Bupati Afni Zulkifli Resmi Menjadi Ketua Partai Nasdem Siak
-
Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal