SuaraRiau.id - Seorang wanita muda berinisial TEY jadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri, HEI.
Sang istri bahkan dibacok pada bagian kepala dan bahu. Korban yang bersimbah darah tersebut meminta pertolongan warga.
Peristiwa suami bacok istri itu terjadi di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu pada Sabtu (12/2/2022). Pelaku ditangkap petugas kepolisian pada Selasa 15 Februari 2022 malam.
Humas Polres Rokan Hulu, Aipda Mardiono Pasda SH menyampaikan bahwa peristiwa KDRT tersebut berada di sebuah rumah yang terletak di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai.
"Kejadian itu terjadi Sabtu 12 Februari 2022 sekira pukul 14.00 WIB," kata Aipda Mardiono, Jumat (18/2/2022).
Korban TEY saat itu, sedang mengemas baju untuk pulang kampung ke Selatpanjang, Meranti untuk melihat orangtua.
Kemudian korban menyampaikan langsung niatnya itu kepada suaminya.
"Suami (terlapor) sambil menangis menyampaikan kepada korban tidak usah pulang kampung. Namun korban tetap ingin pulang sambil mengemas pakaiannya. Kemudian pelaku mengambil satu bilah parang yang berada di bawah kasur, dan langsung melakukan pembacokan ke kepala bagian belakang di bawah telinga sebelah kanan sebanyak satu kali," ungkap Mardiono.
Tak sampai di situ, kata Mardiono, pelaku kemudian melakukan pembacokan kedua yang mengarah ke bagian bahu belakang sebelah kiri.
Setelah melakukan pembacokan terhadap korban, pada saat itu suaminya ini keluar dari rumah dan langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.
"Selanjutnya korban keluar dari rumah dan meminta pertolongan ke anak Ibu kos yang bernama Hendra," ujarnya.
Tak lama, korban dibawa ke Puskesmas Talikumain, kemudian di rujuk ke RS Surya Insani dan dirawat selama 3 hari.
Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rokan Hulu guna proses lebih lanjut.
"Berdasarkan laporan tersebut, Sabtu 12 Februari 2022 setelah Pelaku HEI melakukan perbuatannya langsung pergi melarikan diri dengan menggunakan motor, bersembunyi di perkebunan sawit," jelasnya.
Kemudian pelaku berjalan kaki pergi ke rumah orangtuanya, setelah pelaku berada di rumah orangtuanya, tak lama kemudian pihak Polsek Tambusai datang lalu mengamankan pelaku.
Selain, pelaku barang bukti berupa sebilah parang ikut diamankan di Mapolsek Tambusai.
"Kepada Pelaku kita persangkaan Pasal 44 ayat 2 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Dipicu Dendam Asmara Pemuda Lamongan, Pedang Bertindak
-
Lagi Langka di Meranti, 3.000 Karton Minyak Goreng Malah Disimpan Agen
-
Kapal Pembawa 50 Ton Sagu Terbakar di Meranti, Enam Selamat, 2 Orang Hilang
-
4 Fakta Kejamnya Ponakan Bunuh Paman Sendiri di Tuban Gegara Bangkai Ayam
-
Dikeroyok OTK, Pria Berambut Cepak Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Batam
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik
-
Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak