SuaraRiau.id - Ferdinand Hutahaean kembali menjadi sorotan. Usai pernyataan 'Allahmu lemah' di Twitter membuat heboh dan dilaporkan polisi, kini ia mengaku seorang mualaf sejak 2017.
Ferdinand mengaku pindah agama yang ia lakukan sengaja ditutup-tutupi. Namun, meski sudah terbilang lama, beredar data di kolom agama di KTP masih tertera agama lama.
Ferdinand pun berkilah, selama itu dirinya sedang sibuk-sibuknya, sehingga tak sempat mengurus perubahan KTP.
“Soal KTP kan belum diubah sejak lama, karena masih banyak urusan dengan kehidupan saya yang lama. Masih ada urusan-urusan yang harus diselesaikan, makanya belum diubah,” ujar Ferdinand dikutip Hops.id--jaringan Suara.com, Minggu (9/1/2022).
Meski belum diubah, namun menurutnya dia tetaplah seorang muslim. Lagipula, kata dia, beragama bukan tentang apa yang tertulis di kartu identitas.
“KTP lama memang belum diubah, tetapi beragama itu kan bukan soal apa yang tertulis, tetapi soal yang dilakoni, dijalankan,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.
Ferdinand menjelaskan, keislaman seseorang ditentukan usai dia mengucapkan syahadat. Sehingga, tanpa mengubah status di KTP, keislaman tersebut tak akan luntur.
“Kembali saja kepada ajaran, menjadi orang beragama Islam itu kan harus bersyahadat, tidak pernah disebutkan menjadi Islam itu KTP-nya harus ditulis Islam juga,” tuturnya.
Lebih jauh, dia berharap, hal sepele tersebut tak lagi dibesar-besarkan. Sebab, apa yang tertulis di KTP tak mengubah statusnya sebagai penganut Islam.
“Kalau orang sudah bersyahadat terus melakoni agama itu, tetapi dia tidak mengubah identitasnya di KTP, apakah keislamannya lantas menjadi gugur?” kata Ferdinand.
Berita Terkait
-
Beri Kesaksian Pernah Salat Bersama Ferdinand, Mustofa Nahrawardaya Beberkan Hal Ini
-
Ferdinand Hutahaean Minta Dibimbing Ulama, Politisi Demokrat Bilang Begini
-
Ferdinand Minta Bimbingan Ulama, Politikus Demokrat: Cocok Dibimbing Irjen Napoleon
-
Ferdinand Ngaku Mualaf usai Cuitan Dipolisikan, Adik Gus Dur: Tahu Dirilah
-
Ferdinand Hutahaean Ngaku Mualaf, Politikus Demokrat Beri Komentar Pedas
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan
-
Profil Irjen Ahrie Sonta, Kadivkum Polri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden
-
Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus
-
Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH