SuaraRiau.id - Tiga penumpang bus di Pekanbaru diturunkan gegara tak bisa menunjukkan bukti sudah vaksin Covid-19, Selasa (21/12/2021).
Penumpang Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru tersebut rencananya akan pergi ke Pulau Jawa. Ketiganya diturunkan petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
Penumpang bus tersebut belum melakukan vaksinasi Covid-19 sehingga dinilai belum bisa melakukan perjalanan. Mereka lalu diarahkan untuk divaksin terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan.
Kepala BPTD Wilayah IV Riau dan Kepri Ardono mengaku pihaknya rutin melakukan pemantauan di sejumlah titik sebagai bentuk program nasional dari pemerintah dalam memantau pergerakan orang selama akhir tahun ini.
“Kegiatan hari ini rutin berkeliling ke terminal sebagaimana program nasional harus bisa divaksin semua,” ungkapnya dikutip dari Antara, Selasa (21/12/2021).
Ardono menyebut, petugas yang mendata akan menanyakan penumpang yang telah melakukan vaksin atau belum.
“Kita melakukan pendataan dan menanyakan penumpang yang sudah atau belum divaksin agar lebih jelas,” jelasnya.
Ardono menjelaskan pengecekan ini dilakukan disebabkan salah satu syarat penumpang yang melakukan perjalanan selama perayaan Natal dan tahun baru yakni wajib telah divaksin Covid-19.
“Syarat perjalanan selama Natru adalah kapasitas penumpang maksimal 75 persen, kemudian vaksin dua kali dan hasil rapid antigen negatif,” tutur dia.
Ardono juga berharap langkah ini dapat memaksimalkan capaian vaksinasi sebagaimana program dari pemerintah.
“Jadi ini mendukung program pemerintah untuk memaksimalkan vaksinasi,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Kabar Baik, Indonesia Kebagian Lagi 2 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari China
-
Pakar Pastikan Vaksin Sinovac Aman Digunakan Anak Usia 6-11 Tahun
-
Jalan Rusak Akibat Proyek IPAL, Warga Pekanbaru Protes Tanam Pisang
-
Kompetisi Drag Race Sisakan Serakan Sampah, Warga Pekanbaru Geram
-
Jumlah Penumpang Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Melonjak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Minyak Sawit dan Kopi Indonesia Jadi Komoditi Paling Diminati di Chongqing
-
Cerita Robot-robot Tahan Ledakan Bikinan Anak Muda dari Chongqing
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Changan Automobile: Industri Mobil Pintar Bertenaga Energi Terbarukan
-
Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih