SuaraRiau.id - Nahdlatul Ulama (NU) bakal menggelar Muktamar ke-34 di Lampung yang rencananya akan digelar pada akhir Desember 2021 mendatang.
Namun, hasil pertemuan Sembilan Kiai Sepuh NU pada 24 November 2021 diputuskan Muktamar NU ke-34 diundur hingga Januari 2022.
Terbaru, keputusan dari surat perintah Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar terkait muktamar tersebut berubah lagi. Keputusan itu menjadwalkan Muktamar NU ke-34 dimajukan ke tanggal 17 Desember 2021.
Perubahan maju mundur jadwal muktamar mendapat tanggapan dari Pimpinan Ponpes Tanbihul Ghofiliin Banjarnegara, Khayatul Makki atau Gus Khayat.
“Kita melihat ada dua kejadian, pertama pertemuan kiai-kiai sepuh. Sembilan kiai sepuh yang dihormati para Nahdliyin seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut sempat mendinginkan suasana karena ada imbauan-imbauan yang sifatnya mendamaikan, menyejukkan, dan sekaligus menegur kita semua yang terlalu hiruk pikuk dalam masalah muktamar ini,” ungkap Gus Khayat dikutip dari Terkini.id--jaringan Suara.com, Minggu (28/11/2021).
“Tidak lupa juga Habib Lutfi menyampaikan hal yang senada yaitu kiranya semua pihak untuk menurunkan tensi, menurunkan syahwat politik di dalam Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” sambungnya.
Terkait surat perintah Rais Aam yang dikeluarkan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Gus Khayat menyebut itu bukan keputusan bersama PBNU.
Namun, menurutnya surat itu keluar diawali kontroversi rilis media oleh Gus Ipul yang menyampaikan bahwa KH Michtahul Akhyar adalah pemegang otoritas dan kekuasaan penuh di NU.
“Nah setelah disampaikan itu, beberapa saat keluarlah surat perintah dari Rais Aam sehingga siapa pun bisa menebak, siapa pun bisa melihat bahwa ini adalah bagian dari yang luar biasa dari oknum,” jelasnya.
Oleh karena itu, Gus Khayat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Gus Ipul. Menurutnya, jika tidak ada yang buka suara atas polemik tersebut maka artinya telah mengabaikan perpecahan di tubuh NU.
“Demi semata-mata syahwat politik dukung mendukung dalam muktamar,” ucap Gus Khayat.
Diketahui, Sembilan Kiai Sepuh NU telah menegaskan bahwa sebaiknya jadwal Muktamar NU ke-34 dimundurkan.
“Saya lebih suka tarik napas dan mundur. Alasannya agar panitia bisa lebih leluasa dan penyelenggaraan muktamar akan berlangsung lebih tertib,” ujar Rais Syuriah PWNU Lampung Muhsin Abdillah, Kamis (25/11/2021).
Selanjutnya juga ada Pimpinan Pondok Pesantren Darussa’adah yang mengaku sepakat jika Muktamar ke-34 NU diundur agar pelaksanaannya nanti bisa lebih optimal. Muhsin menyebut, berdasarkan kesepatakan para ulama, Muktamar NU bisa digelar berbarengan dengan Hari Lahir ke-96 NU.
“Karena itu para masyayih (ulama) menyampaikan bahwa idealnya Muktamar ke 34 NU dilaksanakan pada akhir Januari 2022 bertepatan dengan Harlah NU ke 96,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Tiga Kiai Sepuh di Jatim Sampaikan Dua Imbauan Ini Dukung Muktamar NU Dimajukan
-
Ini Alasan 3 Kiai Sepuh Setuju Muktamar NU di Lampung Dipercepat
-
Gelaran Muktamar Ke-34 NU Jadi Perdebatan, Tiga Kiai Ini Minta Dipercepat
-
Tiga Kiai Sepuh Dukung Rais Aam Percepat Jadwal Muktamar NU
-
Tiga Kiai Sepuh Dukung Muktamar NU Dipercepat, Jaga Marwah Rais Aam
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur
-
Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen
-
Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla