SuaraRiau.id - Dalam rangka peringatan Dies Natalis 20 tahun, Politeknik Caltex Riau (PCR) mengadakan closing ceremony di Gedung Serba Guna PCR, Rabu (10/11/2021).
Kegiatan closing ceremony ini dibuka langsung oleh Direktur PCR Dr Mohammad Yanuar Hariyawan ST MT.
Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kampus PCR besar seperti saat ini merupakan sinergi dan kontribusi dari semua pihak.
“Lahirnya PCR, merupakan wujud kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Riau dan PT Caltex Pasific Indonesia yang berkomitmen menciptakan SDM unggul dalam mengelola sumber daya alam Provinsi Riau khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Yanuar juga mengungkapkan bahwa kegiatan closing ini seharusnya dilakukan pada bulan Agustus, namun kondisi pandemi covid-19 dan PPKM membuat kami untuk mengundurkan waktu menyelenggarakan closing ceremony Dies Natalis 20 tahun Politeknik Caltex Riau.
Pada kesempatan ini, Politeknik Caltex Riau memberikan penghargaan kepada Industri, Sekolah dan Pemerintah. Penghargaan ini diberikan khusus atas kontribusi dalam pengembangan kampus Politeknik Caltex Riau.
Penghargaan industri diberikan kepada PT Schlumberger, industri yang paling sering melakukan rekrutmen di PCR sejak tahun 2005-2021.
Selanjutnya, PT Baja Diva Manufaktur, mitra UMKM kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk penghargaan sekolah berkontribusi sebagai penyumbang mahasiswa terbanyak di PCR diantaranya adalah SMKN 2 Pekanbaru, SMAN 3 Pekanbaru, SMAS Cendana Rumbai dan SMAS Cendana Duri.
Sedangkan dari Pemerintah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir yang telah berkontribusi dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pemberian beasiswa kepada mahasiswa Politeknik Caltex Riau.
Tidak hanya memberikan penghargaan saja, pada kegiatan closing ceremony ini turut dilakukan kegiatan talkshow bersama Direktur pendahulu PCR dengan tema berbagi pengalaman membangun PCR dari masa ke masa bersama Direktur PCR. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir Syaifuddin Abdullah, M MT, Drs Azhar, MM, Dr Dadang Syarif Sihabuddin Sahid SSi MSc dan Dr Hendriko ST MEng.
Kemudian talkshow bersama dewan pembina YPCR dengan tema berbagi pengalaman melahirkan dan membangun PCR dari sudut pandang Dewan Pembina YPCR. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir Albert BM Simanjuntak MBA, Ir Baihaki H Hakim dan H Saleh Djasit SH.
Setelah itu juga dilakukan launching buku 20 tahun PCR dengan judul buku Perjalanan Kita Dimulai, Antologi Kisah 20 Tahun PCR serta pengumuman lomba vlog untuk sivitas akademika PCR.
Selaku ketua panitia Heri Subagiyo ST MT mengatakan harusnya kegiatan closing ceremony Dies Natalis dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi PCR 31 Agustus namun di saat itu penyebaran covid masih tinggi di Riau PPKM di level 3.
“Alhamdulillah closing ceremony ini bisa kita laksanakan di hari ini meskipun beberapa rangkaian kegiatan harus ditiadakan. Setidaknya kegiatan ini bisa memberikan ruh semangat bagi kami untuk meningkatkan kinerja civitas akademik untuk lebih baik lagi,” ucapnya.
Sementara, gubernur Riau yang diwakili Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi menilai bukan hal yang mudah perjalanan menuju 20 tahun di dunia pendidikan.
Apalagi membangun kampus yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional bahkan mampu bersaing di tingkat internasional.
“ini tidak luput dari peran SDM tenaga pendidik PCR sendiri yang selalu meningkat kan kualitas pendidikannya,” tuturnya.
Hadir dalam kegiatan ini Dewan Pembina YPCR Drs HR Mambang Mit, Robinar Djajadisastra SH LLM, Dr drh Chaidir MM, Ir Humayunbosha, ketua yayasan Politeknik Aceh Iskandar, SSos MSi, Direktur Politeknik Aceh Dr Hilmi SE MSi Ak CA.
Selain itu, Asisten 3 Provinsi Riau Syahrial Abdi, Camat Rumbai Vemi Herliza, Lurah Umban Sari Asparida SSos, Asisten 3 Pemerintah Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi SSTP MSi dan RT/RW lingkungan kampus PCR serta tamu undangan.
Berita Terkait
-
Dharma Pongrekun: Mengapa Tes PCR Harus Dicolok-colok ke Hidung?
-
Pandemi Covid-19 Bikin Mesin PCR Lebih Berkembang, Kenapa?
-
Syarat Masuk Thailand Terbaru 2023: Tidak Wajib Vaksin dan PCR
-
Tekan Sebaran Covid-19 di Masyarakat, RS Ini Dapat Hibah Mesin PCR
-
PPKM Dicabut, Menkes Sebut Tes Antigen dan PCR Tak Lagi Diwajibkan Pemerintah
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Pungut Retribusi Sampah secara Tunai di Pekanbaru Bisa Dilaporkan
-
Syamsuar Pesan Jangan Ada 'Dua Matahari' ke Gubri Wahid, Ini Maknanya dalam Kepemimpinan
-
Rumah Didatangi Gubri Wahid, Syamsuar Ngomongin 'Dua Matahari'
-
Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
-
Gubri Wahid Siap Lantik Afni dan Syamsurizal Jadi Bupati-Wakil Bupati Siak