Tidak hanya memberikan penghargaan saja, pada kegiatan closing ceremony ini turut dilakukan kegiatan talkshow bersama Direktur pendahulu PCR dengan tema berbagi pengalaman membangun PCR dari masa ke masa bersama Direktur PCR. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir Syaifuddin Abdullah, M MT, Drs Azhar, MM, Dr Dadang Syarif Sihabuddin Sahid SSi MSc dan Dr Hendriko ST MEng.
Kemudian talkshow bersama dewan pembina YPCR dengan tema berbagi pengalaman melahirkan dan membangun PCR dari sudut pandang Dewan Pembina YPCR. Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Ir Albert BM Simanjuntak MBA, Ir Baihaki H Hakim dan H Saleh Djasit SH.
Setelah itu juga dilakukan launching buku 20 tahun PCR dengan judul buku Perjalanan Kita Dimulai, Antologi Kisah 20 Tahun PCR serta pengumuman lomba vlog untuk sivitas akademika PCR.
Selaku ketua panitia Heri Subagiyo ST MT mengatakan harusnya kegiatan closing ceremony Dies Natalis dilaksanakan bertepatan dengan hari jadi PCR 31 Agustus namun di saat itu penyebaran covid masih tinggi di Riau PPKM di level 3.
“Alhamdulillah closing ceremony ini bisa kita laksanakan di hari ini meskipun beberapa rangkaian kegiatan harus ditiadakan. Setidaknya kegiatan ini bisa memberikan ruh semangat bagi kami untuk meningkatkan kinerja civitas akademik untuk lebih baik lagi,” ucapnya.
Sementara, gubernur Riau yang diwakili Asisten III Setdaprov Riau, Syahrial Abdi menilai bukan hal yang mudah perjalanan menuju 20 tahun di dunia pendidikan.
Apalagi membangun kampus yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional bahkan mampu bersaing di tingkat internasional.
“ini tidak luput dari peran SDM tenaga pendidik PCR sendiri yang selalu meningkat kan kualitas pendidikannya,” tuturnya.
Hadir dalam kegiatan ini Dewan Pembina YPCR Drs HR Mambang Mit, Robinar Djajadisastra SH LLM, Dr drh Chaidir MM, Ir Humayunbosha, ketua yayasan Politeknik Aceh Iskandar, SSos MSi, Direktur Politeknik Aceh Dr Hilmi SE MSi Ak CA.
Selain itu, Asisten 3 Provinsi Riau Syahrial Abdi, Camat Rumbai Vemi Herliza, Lurah Umban Sari Asparida SSos, Asisten 3 Pemerintah Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi SSTP MSi dan RT/RW lingkungan kampus PCR serta tamu undangan.
Berita Terkait
-
Dharma Pongrekun: Mengapa Tes PCR Harus Dicolok-colok ke Hidung?
-
Pandemi Covid-19 Bikin Mesin PCR Lebih Berkembang, Kenapa?
-
Syarat Masuk Thailand Terbaru 2023: Tidak Wajib Vaksin dan PCR
-
Tekan Sebaran Covid-19 di Masyarakat, RS Ini Dapat Hibah Mesin PCR
-
PPKM Dicabut, Menkes Sebut Tes Antigen dan PCR Tak Lagi Diwajibkan Pemerintah
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Tiket Bus Arus Balik di Terminal Pekanbaru Habis Terjual, Kebanyakan ke Jawa
-
Silaturahmi ke Rumah Syamsuar, Gubri Wahid: Saya Minta Tunjuk Ajar
-
5 Tahun Tak Bisa Pulang, Bu Atun Bersyukur Ada Program Mudik Gratis dari BUMN
-
Gubri Abdul Wahid Ungkap Rencana Hadapi 'Badai' Efisiensi Anggaran
-
Polda Riau Ungkap Penyebab Penikaman Polisi hingga Berujung Maut