Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Rabu, 03 November 2021 | 08:05 WIB
Pejuang Taliban menikmati atraksi kapal bajak laut di sebuah taman bermain di Danau Qargha, Kabul, Afghanistan, pada (28/9/2021). [WAKIL KOHSAR / AFP]

SuaraRiau.id - Kelompok Taliban berhasil menguasai Afghanistan beberapa bulan yang lalu. Pemerintah Taliban pun mulai berjalan dengan berbagai kebijakan.

Salah satunya terkait hak anak perempuan dalam bersekolah. Taliban mengatakan akan segera mengumumkan kabar baik tentang kembalinya anak-anak perempuan ke sekolah.

Meski begitu, pemerintah Taliban mendesak masyarakat internasional untuk mendanai proses tersebut karena sebagian besar bantuan eksternal telah dihentikan.

"Insya Allah kami akan memiliki pengumuman yang baik untuk seluruh negeri, seluruh bangsa," kata Waheedullah Hashimi, penjabat direktur program dan bantuan eksternal di kementerian pendidikan disitat dari Antara.

Mengutip Reuters, Hashimi mengatakan Taliban berkomitmen untuk mendidik anak perempuan dan sedang mencari cara untuk mengembalikan mereka ke sekolah.

Dia mengatakan tidak ada guru perempuan yang diberhentikan dan itu adalah pesan positif kepada dunia bahwa Taliban sedang mengerjakan sebuah mekanisme.

"Kami tidak berupaya menghapus mereka dari sekolah dan universitas kami," ujar dia.

Namun, Hashimi juga mengatakan bahwa pendidikan, seperti bidang pemerintahan lainnya, telah terpukul keras oleh penghentian dana dukungan asing setelah runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada Agustus.

Dia meminta pemberian bantuan dipulihkan.

"Jika mereka benar-benar ingin melihat anak perempuan di sekolah, mereka harus membantu kami sekarang," kata Hashimi.

Load More