SuaraRiau.id - Daftar makanan khas Riau. Bila bicara keragaman makanan khas Tanah Air, Riau merupakan sebuah kekayaan yang menarik. Riau menjadi provinsi yang menyajikan cita rasa berbeda pada makanannya.
Pengaruh dari suku Melayu begitu kental pada setiap makanan. Pada sensus penduduk yang dilakukan pada 2010 lalu, suku Melayu yang ada di Riau mencapai prosentase 33,20 persen.
Hal inilah yang membuat makanan khas Riau juga identik dengan makanan yang ada di Singapura dan Malaysia, yang sama-sama ada sentuhan khas Melayu. Resep dari setiap olahan sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
Makanan khas Riau terkenal dengan bumbu rempahnya yang sangat kuat. Olahan seafood menjadi salah satu makanan yang banyak mendapat sentuhan khas Melayu. Selain itu, banyak cemilan menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Makanan khas Riau ini tersebar di sepuluh kabupaten dan dua kota. Berikut delapan makanan khas Riau yang patut dicoba ketika datang untuk bekerja maupun berwisata di Riau.
1. Nasi Lemak
Nasi Lemak begitu terkenal di Malaysia dan Singapura. Makanan ini cukup digemari warga setempat, maupun pelancong dari luar negeri, termasuk Indonesia. Namun ternyata, Nasi Lemak itu berasal dari Riau.
Nasi Lemak merupakan nasi yang dimasak menggunakan santan kelapa. Dari santan itulah tercipta rasa gurih yang membuat Nasi Lemak terasa lezat, dengan paduan telur, timun, ikan teri goreng serta sambal.
Nasi Lemak cocok dinikmati dengan lauk daging sapi, ayam, sotong hingga udang. Namun, kadar lemak dan kalori yang tinggi membuat makanan khas Riau ini tidak direkomendasikan untuk disantap terlalu sering, agar terhindar dari obesitas dan diabetes.
Baca Juga: 7 Minuman Khas Riau, Segar dan Namanya Unik: Air Mata Pengantin hingga Es Lancang Kuning
2. Ikan Selais
Ikan Selais merupakan salah satu fauna yang banyak terdapat di Riau. Ikan ini kemudian diolah menjadi makanan khas Riau yang lezat, dengan rasa khas bumbu Melayu.
Ikan Selais hidup di air tawar. Untuk wilayah Riau, ikan selais banyak ditemukan di Sungai Kampar, Sungai Kuantan, Sungai Rokan Sungai Inderagiri dan Sungai Segati. Para pedagang banyak menyediakan ikan selais yang sudah diasap agar lebih awet.
Ikan ini biasa diolah dengan digulai atau digoreng. Ikan selais juga banyak disantap dengan sambal balado. Rasanya yang enak dan bergizi membuat ikan selais menjadi salah satu makanan khas Riau yang banyak diminati.
3. Mie Sagu
Mie Sagu merupakan salah satu makanan khas Riau yang sudah ada sejak zaman dahulu. Mie Sagu menjadi satu dari 369 jenis kuliner berbahan sagu yang ada di Riau.
Mie Sagu banyak dijumpai di Kabupaten Meranti, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir hingga Kota Dumai. Mie Sagu terbuat dari tepung sagu yang disajikan bersama ikan teri, udang, tauge serta daun kucai.
Mie Sagu tergolong makanan khas Riau yang menyehatkan. Mie Sagu memiliki kandungan karbohidrat yang rendah dan mampu menurunkan gula darah. Mie Sagu banyak disantap warga yang ingin diet atau menderita diabetes.
4. Roti Jala
Roti Jala atau Roti Kirai merupakan makanan khas Riau yang cukup populer di Tanjung Pinang. Roti ini dinamakan Jala karena memang bentuknya yang seperti jala atau jaring.
Roti Jala terbuat dari bahan-bahan, seperti tepung terigu, santan dan telur. Roti Jala sangat lezat ketika dinikmati bersama kari kambing, kari ayam atau kari daging sapi.
Roti Jala enak untuk dinikmati sebagai cemilan teman minum teh hangat. Roti Jala sangat populer ketika bulan Ramadan, karena jadi santapan ringan untuk awal berbuka puasa.
5. Kue Asidah
Kue Asidah merupakan makanan khas Riau yang dulunya hanya disajikan untuk keluarga raja. Kue ini terinspirasi dari makanan khas Timur Tengah, yang kemudian bumbunya disesuaikan agar rasanya pas dengan lidah masyarakat Indonesia.
Selain rasanya yang lezat, kue asidah disajikan dengan bentuk-bentuk yang unik. Ada yang berbentuk daun, bunga mawar, bulutan dan beberapa bentuk lainnya.
Kue ini hanya tersedia di acara tertentu, mulai dari hari raya keagamaan, syukuran dan hantaran pernikahan.
Kue ini memang terbilang istimewa, apalagi dulunya hanya untuk keluarga Raja. Kue Asidah wajib dimakan dari bagian bawah. Masyarakat Riau menganggap memakan kue Asidah dari atas merupakan hal yang tidak sopan.
6. Lopek Bugi
Lopek Bugi merupakan makanan khas Riau yang terbuat dari ketan dan kelapa. Makanan ringan ini berasal dari Kabupaten Kampar. Nama Bugi atau berarti ketan diambil dari bahasa Kampar Melayu.
Dulunya, Lopek Bugi hanya dibuat untuk acara-acara tertentu, seperti hari besar keagamaan, nikahan atau sunatan. Namun sekarang ini Lopek Bugi banyak dikonsumsi untuk sehari-hari.
Lopek Bugi banyak dijual di Kabupaten Kampar, terutama dekat Jembatan Danau Bingkuang. Lopek yang awalnya hanya menyediakan rasa original, kini terus dikembangan dengan rasa baru yang enak.
7. Bolu Kemojo
Bolu Kemojo merupakan makanan khas Riau yang banyak dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Riau, khususnya Kota Pekanbaru. Kue berwarna hijau dengan rasa yang manis ini disajikan dalam bentuk unik, seperti bunga Kamboja.
Bolu Kemojo merupakan makanan yang resepnya turun-temurun tanpa bahan pengawet. Untuk itu, ketika dijadikan oleh-oleh, makanan ini harus segera dikonsumsi karena hanya bertahan hingga tujuh hari saja.
Bolu Kemojo dibuat dengan cara dikukus. Seiring waktu, Bolu Kemojo disajikan dalam berbagai rasa, seperti cokelat, durian, jagung, pisang hingga buah naga. Bol Kemojo dapat dengan mudah ditemukan di Pekanbaru.
Kontributor : Lukman Hakim
Tag
Berita Terkait
-
Kapolda Riau Minta Maaf di Tengah Masyarakat Panipahan, Tegaskan Evaluasi Menyeluruh
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Buntut Demo Warga Berujung Anarkis, Kapolda Riau Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan
-
Kapolda Riau Gandeng Satuan Elite PDRM Malaysia, Sikat Narkoba dan Terorisme Lintas Batas
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Duit Rp60 Juta Siswi Pekanbaru Lenyap, Gara-gara Diancam Fotonya Disebar
-
Hari Kartini, BRI Wujudkan Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja
-
Hutan Habitat Kera Dibabat, Tengah Kota Siak Tak Lagi Hijau
-
Janji Tinggal Janji, Proyek Seragam Sekolah Rp7 M di Siak Dikerjakan Pihak Luar Riau
-
Perkuat Sustainable Finance, BRI Perkuat Komitmen pada Aspek Sosial dan Lingkungan