SuaraRiau.id - Badan Narkotika Nasional atau BNN Riau mengungkap kasus peredaran narkoba jenis baru yang melibatkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Wanita berinisial SJ (29) berprofesi PNS tersebut ditangkap di tempat kosnya.
"Pelaku seorang wanita inisial SJ, pekerjaan pegawai negeri. Dia ditangkap di kostnya," ujar Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Robinson BP Siregar, Selasa (5/10/2021).
Terungkapnya kasus penjualan narkoba jenis baru itu berawal dari kecurigaan sebuah paket lewat jasa ekspedisi yang terdeteksi sinar Xray Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru.
"Narkoba berbentuk prangko ini kandungannya Bromo Dimetoksifenil 2-CB. Untuk transaksi, SJ pakai alat pembayaran cryptocurrency atau bitcoin," jelas Robinson.
Petugas BNN kala itu mendapat informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis baru berbentuk perangko.
BNN Riau kemudian menggandeng Avsec Bandara Pekanbaru untuk mempermudah pemeriksaan. Petugas pun menemukan narkotika itu sebanyak 58 bloter.
Atas dasar itu, BNN Riau melakukan pengembangan mencari pengirim paket. Tak perlu waktu lama, petugas akhirnya menangkap wanita SJ.
"SJ ditangkap saat sedang mengirim paket buku yang berisi narkoba prangko tersebut sebanyak 9 bloter. Dia mengirimnya melalui melalui kantor ekspedisi di Jalan Senapelan, Kota Pekanbaru," jelas Robinson.
Dalam penggeledahan di tempat kos tersangka, petugas menemukan 46 bloter narkoba dalam bentuk perangko dengan total seluruhnya sebanyak 113 bloter.
"Narkotika ini dipasarkan menggunakan media sosial oleh SJ. Pelaku sudah mengirim narkotika ini sebanyak 15 kali ke beberapa daerah di Indonesia," katanya.
Untuk diketahui, narkotika jenis Bromo Dimetoksifenil 2-CB atau LSD yang merupakan narkoba jenis baru yang jarang ditemukan.
Lysergic acid diethylamide (LSD) adalah jenis narkoba yang kebanyakan beredar dalam bentuk kertas, juga sering disebut dengan acid, trip, elsit, perangko, atau kertas dewa.
"Narkotika ini efeknya luar biasa. Bisa mengakibatkan halusinasi tinggi dan gangguan kerusakan permanen pada otak. Kalau untuk laki-laki berdampak pada vitalitas," tutur Kepala BNN Riau itu.
Berita Terkait
-
ASN Kirim Narkoba Dalam Buku di Bandara Pekanbaru, Transaksi Pakai Bitcoin
-
Konsumsi Ganja untuk Redakan Rasa Sakit, Guru SD di Sukabumi Diciduk Polisi
-
Pendeta, PNS dan Anggota DPRD Ditahan atas Dugaan Korupsi Dana Hibah Gereja
-
Jadi Korban, Guru SMA Olivia Nathania Diperiksa Polisi
-
Meski Dilarang, Dua ASN di Padang Mau Jadi Istri Kedua, Endingnya Kena Pecat
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kasus Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Riau, Keluarga Korban Tolak Damai
-
Antrean Solar Mengular, Polisi Temukan Gudang Penimbunan BBM di Pekanbaru
-
Exclusive Healthcare Services Prodia, Keuntungan Khusus Nasabah BRI
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free
-
Polisi Tangkap 2 Pria, Amankan Minibus Angkut Ribuan Liter Pertalite di Kuansing