SuaraRiau.id - Novel Baswedan Cs berniat akan melakukan kantor darurat di depan Gedung KPK usai dipecat lembaga anti rasuah tersebut.
Langkah Novel Baswedan Cs bersama pegawai KPK yang dipecat itu pun menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya pegiat media sosial Eko Kuntadhi.
Menyadur dari Terkini.id, Eko Kuntadhi menilai, apa yang dilakukan Novel Baswedan cs itu mirip dengan FPI saat membentuk gubernur tandingan untuk melawan Ahok yang menjadi Gubernur saat itu.
“Ketika Ahok naik jadi Gubernur, FPI melantik Fahrurazi jadi Gubernur KW 9. Kerjanya ya, gitu. Main Gubernur gubernuran. Ketika Novel cs gak lulus tes KPK, ia mengangkat diri jadi karyawan KPK-KPK-an. Satu guru, satu ilmu. Cara mikirnya persis sama,” tulis Eko di media sosial.
Dalam postingannya yang lain, Eko juga sempat membandingkan Novel dengan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo.
Kata dia, Kahiyang juga pernah melewati proses yang dialami Novel, yakni gagal atau tidak lulus tes menjadi PNS atau ASN. Namun bedanya, Kahiyang bisa menerima meski ayahnya adalah presiden.
“Dulu mbak Kahiyang, putri Jokowi, mencoba jadi ASN. Ia ikut test CPNS. Dan gagal. Dan keinginan jadi ASN gak terwujud. Padahal bapaknya sudah jadi Presiden. Kemarin Novel Baswedan test ASN. Gagal juga. Tapi maksa minta Jokowi angkat dia jadi ASN. Anak bukan, tapi manja,” tulis Eko lagi.
Sebelumnya, dikabarkan Pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan koalisi masyarakat sipil antikorupsi mendirikan kantor darurat di depan Gedung ACLC-KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu lalu.
Pendirian kantor darurat tersebut demi merespons pemecatan terhadap Novel Baswedan cs pada 30 September 2021.
Baca Juga: 4 Koleksi Tas Kahiyang Ayu, Mewahnya Nggak Kaleng-kaleng!
“Kantor darurat ini adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini,” ujar tim kuasa hukum 57 Pegawai KPK yang dipecat, Saor Siagian di lokasi.
Saor mengungkapkan, kantor darurat didirikan agar masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait kekecawaannya dengan pemberantasan korupsi.
Saor juga meminta Presiden Jokowi segera turun tangan terkait polemik ini. “Presiden harus menepati janjinya untuk memberantas korupsi di Indonesia,” kata Saor.
Saor berpandangan, para pegawai yang akan dipecat merupakan pegawai yang berintegritas dalam pemberantasan korupsi.
Menurutnya, justru pimpinan KPK saat ini merupakan pihak-pihak yang bermasalah. Hal itu terbukti dari pelanggaran etik yang diterima Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar.
“Para pelanggar etik inilah yang merancang TWK dan pemecatan para pegawai yang enggan diajak kompromi,” kata Saor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kader Ditangkap KPK, Gerindra Serahkan Proses Hukum Bupati Kuansing
-
KPK Periksa Ajudan Pangdam Tuanku Tambusai dan 2 Anggota DPRD Riau
-
Alasan KPK Tangkap Istri Kedua Bupati Kuansing saat OTT
-
Afni Zulkifli Masuk 22 Sosok Reset Indonesia, Bareng Alissa Wahid dan Bivitri Susanti
-
SF Hariyanto Minta Pegawai Jangan Ikuti Perintah Atasan yang Salah