Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Rabu, 15 September 2021 | 10:59 WIB
Sujiwo Tejo. [Instagram/@president_jancukers]

SuaraRiau.id - Video terkait santri yang menutup telinga ketika mendengar musik di acara vaksinasi mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Video yang diunggah Diaz Hendropriyono mendapat komentar miring. Sebagian merasa pemandangan tersebut aneh dan berlebihan, namun tak sedikit yang meminta publik memahami dan menghargai pilihan mereka.

Budayawan Sujiwo Tejo ikut menanggapi soal kejadian tersebut. Ia lantas menyentil soal seseorang yang demokratis namun saat melihat video santri tutup telinga dengar malah menertawakan.

Santri yang menutup telinga saat mendengar musik [instagram]

“Jangan ngaku demokratis bila ketawa-ketawa ngece melihat mereka menutup telinganya dari musik. Itu hak mereka, hargai,” ungkap Sujiwo Tejo seperti dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Rabu (15/9/2021).

Ia mengaku, dirinya dan musik bagaikan dua hal yang tak terpisahkan. Sebab, sejak dulu dia telah menyenangi musik dan turut memainkannya.

Namun, jika ada pihak tertentu yang memilih tak mendengarkan musik, dia bisa menerimanya.

“Aku suka musik dan hidup antara lain dari musik pula, tapi kubela hak siapapun untuk tak mau mendengarkan musik,” kata Sujiwo Tejo.

Sementara itu, putri KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid ikut buka suara. Ia meminta semua pihak lebih proporsional dalam menilai orang lain.

“Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dll,” tulis Yenny Wahid pada Rabu (15/9/2021).

Yenny mengungkapkan dalam caption yang cukup panjang tentang santri Ma’had tahfidz (penghafal) Alquran yang menutup kuping ketika melakukan vaksinasi, sebagaimana ditampilkan dalam video yang diunggah Diaz Hendropriyono.

Load More