SuaraRiau.id - Sejumlah 653 data ganda penerima bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020 ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Pekanbaru, Riau.
Parahnya, diduga ada oknum ASN yang terdaftar sebagai penerima bansos Covid-19 yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru pada tahun lalu.
Data yang ditemukan BPK diketahui berjumlah 653 nama dari total seluruh penerima bansos yang berjumlah 45.625 nama.
Bahkan, penerima manfaat yang tercatat ganda tersebut diketahui tersebar di 12 kecamatan.
Merujuk pada data yang dimiliki BPK, data ganda penerima bansos Covid-19 paling banyak di Kecamatan Tampan, sejumlah 181 nama, kemudian Kecamatan Payung Sekaki yang jumlahnya mencapai 120 nama.
Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyatakan belum mendapatkan data resmi dari BPK. Namun dia memastikan, jika data ganda warga yang menerima bansos bersumber dari data Kementerian Sosial.
Untuk menindaklanjutinya, dia mengaku sudah memerintahkan Dinas Sosial Kota Pekanbaru untuk validasi data penerima. Mereka mesti melakukan proses validasi data guna memastikan kebenaran data.
"Saya sudah sampaikan ke kepala dinas, agar saat menerima data jangan cuma jadi tukang stempel data saja itu nggak bener. Tapi validasi dulu datanya," katanya seperti dikutip dari Riauonline.co.id-jaringan Suara.com.
Dia mengemukakan, data yang diterima dari tenaga sukarela harus divalidasi, setelah melakukan pendataan terhadap penerima manfaat.
Baca Juga: BMKG Pantau 94 Titik Panas di Sumatera
Lantaran itu, dia mengingatkan agar petugas yang mendata mesti berkoordinasi untuk memvalidasi hasil pendataan.
"Kalau tidak mau koordinasi, ya kembalikan saja data itu. Jangan kita jadi tukang stempel, kan ada tanggung jawab kita validasi lagi," ujarnya.
Dia juga menyatakan, tidak menampik adanya dugaan data ganda. Dia menyebut, hal itu bisa saja terjadi karena proses validasi data yang tidak optimal.
Namun, dia menyebut data penerima manfaat bisa saja dikoreksi dengan syarat harus ada evaluasi.
"Kita harus pastikan siapa yang mendata. Saya dapat info ada warga kurang mampu di lingkungan RW Ketua Forum RTRW ternyata luput dari pendataan, ini harus jadi evaluasi," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Asap Berkurang, SF Hariyanto Sebut Penanganan Karhutla di Riau Terkendali
-
Sosok Wakapolda Riau: Pernah Tangkap Hercules, Kini Jadi Kapolda di Papua
-
Hingga Triwulan II 2026, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun dan Dorong Kredit UMKM
-
Kualitas Udara 3 Kabupaten di Riau pada Kategori Tidak Sehat
-
Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini