SuaraRiau.id - Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyinggung soal Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru yang segera direlokasi karena hanya bisa beroperasi hingga tahun 2025.
Relokasi tersebut bakal dilakukan seiring dengan peningkatan kapasitas Bandara SSK II yang mencapai 4 juta penumpang setiap tahunnya.
Diketahui, pada tahun 2016, kapasitas 4 juta penumpang dalam setahun sudah tercapai. Kenaikan kapasitas itu lebih cepat dari prediksi awal.
Firdaus sesuai kajiannya menyatakan bahwa ternyata kapasitas penumpang di bandara Pekanbaru mencapai 9,5 juta penumpang dalam setahun. Ada peningkatan dua kali lipat dibanding kapsitas penumpang sebelumnya.
"Setelah kita lakukan diskusi bersama maka kita akan surati Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan melalui Gubernur Riau, kita akan sampaikan bahwa untuk bandara komersial itu mesti segera direlokasi," ungkap dia dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (18/8/2021).
Lebih lanjut, Firdaus juga bakal memberi rekomendasi kepada Gubernur Riau agar segera mencari lokasi alternatif bandara komersial menggantikan Bandara SSK II, Kota Pekanbaru.
"Bandara komersial saat ini tidak bisa bertahan lama di sana, dalam kajian kita sudah harus disampaikan bahwa airport komersial hanya beberapa waktu tertentu. Jadi harus segera direlokasi karena tidak mungkin diperluas lagi," tutur Firdaus.
Menurutnya, bandara di Kecamatan Marpoyan Damai harus direlokasi karena lahan di kawasan itu terbatas. Sedangkan kapasitas bandara tersebut terus mengalami peningkatan.
Rekomendasi ini sebagai langkah antisipasi meningkatnya jumlah kapasitas Bandara SSK II. Ia menyebut, perlu ada rancangan terkait relokasi bandara komersial menggantikan bandara saat ini.
Lebih lanjut dikatakannya, rencana relokasi bandara sempat dibahas pada tahun 2008 silam. Ia menyebut sempat ada kajian terkait rencana ini.
Berita Terkait
-
Ada 13.246 Tenaga Kesehatan di Pekanbaru Disuntik Vaksin Booster
-
PPKM Level 4 Pekanbaru, WFH 100 Persen-Tempat Makan Pakai Take Away
-
Tiba di Bandara Pekanbaru, Penumpang Wajib Tes Swab Antigen
-
Viral Kerumunan Antrean 'WNA China' di Bandara Pekanbaru, Ini Faktanya
-
Pelanggan Kafe-Kuliner di Pekanbaru Boleh Nongkrong sampai Jam 9 Malam
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Buronan Dugaan Korupsi Terminal Barang Dumai Ditangkap Kejagung di Aceh
-
Wacana Tol Pekanbaru-Kuansing, Hubungkan Riau dengan Sumbar
-
Rumah Sakit di Pekanbaru Dilarang Bedakan Pelayanan Pasien BPJS dan non-BPJS
-
Resmi Dibuka Plt Gubri, Pacu Jalur 2026 Kuansing Hadirkan Dwibahasa