Ia mengaku, dulu pernah kerja di PT Supraco, sebuah perusahaan service di bidang Migas dan berhenti tahun 2002 karena ada pengurangan tenaga kerja
Itulah awal mulanya ia memutuskan untuk berjualan keliling, meski ketika masih bekerja, setiap pulang kerja atau hari libur dia sudah terbiasa jualan di pasar.
"Pernah disuruh ganti usaha sama orang, tapi seperti terus terhalang, karena Ipar saya usaha ganti ini, ganti itu, akhirnya macet juga," akunya.
Sempat ditawari motor tapi takut
Ia bercerita, suatu hari ada orang yang menyuruh datang ke rumahnya dan menawarinya sepeda motor untuk berjualan, tapi ia tolak. Hal ini karena dilarang oleh istri. Orang tersebut merasa prihatin lantaran Zainal jualan kue dengan berjalan kaki.
Penolakan itu lantaran istri merasa khawatir kalau pakai motor nanti terjadi apa-apa. Orang itu bersedia memberinya uang muka motor, meski ia harus bayar angsurannya sendiri.
Di hari lain, ada orang yang baik hati lagi, mau memberi uang berapapun, asal dia mau ganti usaha lain, tidak lagi jualan dengan jalan kaki. Namun ditolaknya juga.
"Suatu hari, saya ajak istri untuk mau berjualan di tepi jalan, tapi istri tetap gak mau. Itulah sebabnya saya jualan dengan jalan kaki sampai kini," ujarnya.
Dan kini ia merasa tenang, tinggal di Jalan Bandes 2 Mato Aia, kelurahan Duri Barat, kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis bersama istri dan keempat anaknya.
Untuk menghidupi anak dan istri tersebut, ia akan terus jalan kaki. Bagi Ajo Zainal, jalan kaki adalah jalan hidupnya.
Putus kuliah
Pria yang gigih, ulet dan pekerja keras ini bercerita, bahwa ia adalah lulusan SMA Rumbio Padang Mutung, Kabupaten Kampar, dan merupakan lulusan terbaik.
Bahkan Zainal juga pernah kuliah di FKIP Universitas Riau (UNRI) tahun 1984. Sayangnya, setelah semester kelima, ia harus keluar dari bangku kuliah karena harus bolak-balik dari kampus yang berada di Panam ke Jalan Patimura.
Rupanya, dia tidak sendirian, sebab 20 orang dari 45 orang di angkatannya juga meninggalkan kuliah, karena program Diploma 1 nya ditutup oleh pihak kampus, mereka serta merta ditransfer ke program S-1.
Dari situ, cerita panjang hidupnya mulai disambung. Kemudian puluhan tahun menjadi buruh di kota minyak, bekerja berganti-ganti perusahaan di kota Duri, dari PT Budibora Jaya, PT PGE, PT GSA hingga PT Supraco.
“Kerjanya ya ramas, apa disuruh mau. Operator millwright, ngelas, menjadi penjaga gudang, potong rumput, membuka mesin-mesin. Yang penting kerja," kenangnya.
“Tahun-tahun itu gajinya sekitar Rp 100 ribu, kemudian bisa naik gaji menjadi Rp 190 ribu per bulan," tambahnya.
Berita Terkait
-
Anak Nganggur Imbas Pandemi, Nenek 70 Tahun Rela Jualan: Biar Bisa Makan
-
Kasus Covid-19 Sumut Masih Tinggi, Edy Rahmayadi: Tidak Ada Pesta Pernikahan
-
Sensasi Nangkap Ikan Pakai Tangan di Objek Wisata Danau Ali Duri Bengkalis
-
Lagi Musim, Ternyata Durian Jenis Ini yang Banyak Dicari di Bengkalis
-
Kelakuan Bejat Pria di Bengkalis, Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
UAS Beberkan soal Rekaman KPK, Sebut Abdul Wahid Ngaku Diancam
-
UAS Jadi Saksi Sidang Abdul Wahid, Ruangan Didominasi Pengunjung Emak-emak
-
Wanita di Pelalawan Ditusuk Puluhan Kali, Minta Tolong ke Rekan Kerja lewat WA
-
Abdul Wahid Disebut Berulang Kali Larang Tim Campuri Proyek di PUPR Riau
-
'Aktivis' di Pekanbaru Ditangkap Terkait Pemerasan, Modus Take Down Berita